Abel Kirui
Pelari jarak jauh Kenya

Abel Kirui (lahir 6 April 1982) adalah seorang pelari jarak jauh asal Kenya yang mencatatkan namanya dalam sejarah atletik dunia sebagai salah satu pelari maraton paling sukses. Ia dikenal luas karena prestasinya memenangkan gelar maraton di Kejuaraan Dunia Atletik dua kali berturut-turut, sebuah pencapaian langka yang mengukuhkan posisinya sebagai pelari elite internasional.
Awal Kehidupan dan Karier di Kepolisian
Abel Kirui mulai menunjukkan minat dan bakatnya dalam berlari saat ia menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Samitui. Namun, perjalanannya menuju karier profesional tidaklah instan. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Kirui sempat menganggur sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti lomba lari rekrutmen yang diadakan oleh Administration Police (AP) Kenya.
Peraturan lomba tersebut cukup sederhana namun menantang: pemenang lomba akan secara otomatis direkrut menjadi anggota kepolisian. Kirui berhasil memenangkan perlombaan tersebut, bergabung dengan kepolisian, dan baru pada saat itulah ia mulai menjalani pelatihan lari yang lebih serius dan terorganisir.
Langkah Awal di Arena Maraton Internasional
Penampilan perdana Kirui di panggung maraton besar dimulai dengan peran yang unik. Pada Maraton Berlin 2006, ia sebenarnya bertugas sebagai pacemaker (pemandu tempo). Namun, ia mampu bertahan hingga akhir dan finis di posisi kesembilan. Setahun kemudian, pada Maraton Berlin 2007, ia tampil luar biasa dengan finis di posisi kedua di belakang legenda Haile Gebrselassie, yang saat itu memecahkan rekor dunia.
Catatan waktu Kirui di Berlin, yakni 2:06:51, menjadikannya pelari maraton tercepat keenam di dunia pada tahun 2007. Keberhasilan ini berlanjut pada tahun 2008 ketika ia memenangkan Maraton Kota Wina dengan rekor lintasan baru 2:07:38. Pada tahun 2009, ia menempati posisi ketiga di Maraton Rotterdam dengan waktu 2:05:04, yang sempat menjadikannya pelari maraton tercepat keenam sepanjang sejarah pada saat itu.
Baca Juga:
Kejayaan di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade
Puncak kejayaan Abel Kirui terjadi di Kejuaraan Dunia Atletik. Pada tahun 2009 di Berlin, ia meraih medali emas dengan catatan waktu rekor kejuaraan 2:06:54. Setelah sempat mengalami penurunan performa pada 2010 dan awal 2011, Kirui memutuskan untuk berpindah tempat latihan ke Iten dan bekerja sama dengan pelatih kenamaan asal Italia, Renato Canova.
Keputusan tersebut membuahkan hasil manis di Kejuaraan Dunia 2011 di Daegu. Kirui tidak hanya mempertahankan gelarnya, tetapi juga menang dengan selisih waktu 2 menit 28 detik dari posisi kedua. Ini merupakan selisih kemenangan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah maraton di Kejuaraan Dunia. Prestasi ini menjadikannya orang ketiga setelah Abel Antón dan Jaouad Gharib yang mampu mempertahankan gelar juara dunia maraton.
Setahun kemudian, di Olimpiade London 2012, Kirui menambah koleksi medalinya dengan meraih medali perak setelah finis dengan waktu 2:08:27, hanya berselisih 26 detik di belakang pemenang lomba, Stephen Kiprotich.
Karier Lanjutan dan Kemenangan di Chicago
Meskipun persaingan di dunia maraton semakin ketat seiring bertambahnya usia, Kirui tetap kompetitif. Pada tahun 2016, ia memenangkan Maraton Chicago dengan waktu 2:11:23, mengalahkan rekan senegaranya Dickson Chumba dalam persaingan sengit di kilometer terakhir. Ia kembali naik podium di Chicago pada tahun 2017 sebagai runner-up. Pada tahun 2017 dan 2018, Kirui juga menunjukkan konsistensi dengan finis di urutan keempat pada Maraton London.
Kehidupan Pribadi
Abel Kirui menetap di Nabkoi, sebelah timur Kapsabet, Kenya. Ia menikah dengan Stella Jemeli dan memiliki seorang putra bernama Tevin Kipchumba. Sebagai penganut setia Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Kirui aktif dalam kegiatan komunitas dan mendirikan program "Better Living Marathon" bersama rekan-rekan pelari lainnya. Bakat atletiknya tampaknya juga mengalir di keluarga, mengingat pamannya, Michael Kosgei Rotich, juga merupakan seorang pelari maraton.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa rekor sejarah yang dipecahkan Abel Kirui di Kejuaraan Dunia?
Di Kejuaraan Dunia Daegu 2011, Kirui menang dengan selisih waktu 2 menit 28 detik, yang merupakan selisih kemenangan terbesar dalam sejarah maraton Kejuaraan Dunia.
Siapa pelatih yang membantu Abel Kirui bangkit pada tahun 2011?
Abel Kirui mulai berlatih di bawah bimbingan pelatih asal Italia, Renato Canova, setelah mengalami kegagalan di Maraton London 2011.
Berapa banyak gelar juara dunia maraton yang dimiliki Abel Kirui?
Abel Kirui memenangkan dua gelar juara dunia maraton secara berturut-turut pada tahun 2009 di Berlin dan 2011 di Daegu.
Sumber referensi: Wikipedia