Diego Maradona

Pemain dan manajer sepak bola Argentina (1960–2020)

Biografi Diego Maradona: Legenda 'Tangan Tuhan' dan Ikon Sepak Bola Dunia
Biografi Diego Maradona: Legenda 'Tangan Tuhan' dan Ikon Sepak Bola Dunia

Diego Maradona (30 Oktober 1960 – 25 November 2020) adalah seorang pemain sepak bola legendaris asal Argentina yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Selama kariernya, ia tidak hanya dikenal karena keterampilan teknisnya yang luar biasa, tetapi juga karena kepemimpinannya yang karismatik dan pengaruhnya yang mendalam bagi tim nasional Argentina serta klub-klub yang dibelanya, terutama Napoli. Dikenal dengan julukan El Pibe de Oro atau "Anak Emas", Maradona menorehkan sejarah besar dalam sepak bola abad ke-20 bersama nama-nama ikonik lainnya seperti Pelé dan Johan Cruyff.

Latar Belakang dan Masa Kecil

Diego Armando Maradona lahir pada 30 Oktober 1960 di Rumah Sakit Evita, Lanús, Provinsi Buenos Aires. Ia tumbuh dalam kemiskinan di Villa Fiorito, sebuah pemukiman kumuh di pinggiran selatan Buenos Aires. Ia merupakan putra pertama dari pasangan Diego Maradona "Chitoro" dan Dalma Salvadora Franco yang akrab disapa "Doña Tota". Bakat sepak bolanya terlihat sejak dini; pada usia tiga tahun, ia menerima bola sepak pertamanya yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Pada usia delapan tahun, seorang pencari bakat menemukan talenta Diego saat ia bermain untuk klub lokal Estrella Roja. Ia kemudian bergabung dengan Los Cebollitas (Bawang Kecil), tim junior dari Argentinos Juniors. Di bawah bimbingan pelatih Francisco Cornejo, Maradona memimpin timnya meraih rekor luar biasa berupa 141 pertandingan tak terkalahkan secara berturut-turut. Bahkan pada usia 12 tahun, ia sudah menghibur penonton dengan atraksi penguasaan bola saat jeda turun minum pertandingan divisi pertama.

Karier Klub: Dari Argentina hingga Puncak di Napoli

Maradona memulai perjalanan profesionalnya bersama Argentinos Juniors sebelum pindah ke Boca Juniors pada tahun 1981, di mana ia berhasil meraih gelar liga pertamanya. Bakatnya yang fenomenal membuat klub-klub besar Eropa tertarik. Pada tahun 1982, Barcelona memecahkan rekor transfer dunia dengan menebusnya seharga £5 juta. Meski berhasil memenangkan Copa del Rey dan Piala Super Spanyol di Spanyol, kariernya di Barcelona sempat terhambat oleh penyakit hepatitis dan cedera engkel parah akibat tekel keras.

Puncak karier klub Maradona terjadi saat ia pindah ke Napoli pada tahun 1984 dengan rekor transfer dunia kembali pecah senilai £6,9 juta. Di Italia, ia bertransformasi menjadi pahlawan kota Naples dengan memimpin klub tersebut meraih gelar Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka (1986/87 dan 1989/90). Selain gelar liga, ia juga mempersembahkan Piala Italia dan Piala UEFA (1988/89). Namun, masa keemasannya di Napoli juga diwarnai dengan masalah pribadi, termasuk ketergantungan pada obat-obatan terlarang yang mulai mengganggu performanya di akhir masa tinggalnya di Italia.

Kejayaan Internasional dan Piala Dunia 1986

Di level internasional, Diego Maradona mencatatkan 91 penampilan dengan 34 gol untuk Argentina. Momen paling bersejarah dalam kariernya terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Sebagai kapten tim, ia memimpin Argentina meraih gelar juara dunia kedua mereka. Turnamen ini selamanya akan dikenang melalui dua gol ikoniknya ke gawang Inggris di babak perempat final.

  • Gol Tangan Tuhan: Gol pertama yang dicetak dengan bantuan tangan yang tidak terlihat oleh wasit, yang menurutnya adalah hasil bantuan "tangan Tuhan".
  • Gol Abad Ini: Hanya berselang beberapa menit setelah gol pertama, ia melakukan sprint sejauh 60 meter, melewati lima pemain Inggris sebelum menaklukkan kiper Peter Shilton. Gol ini kemudian dinobatkan sebagai "Goal of the Century" oleh FIFA.com.

Baca Juga:

Penurunan Karier dan Masa Pensiun

Setelah kesuksesan besar di pertengahan 1980-an, karier Maradona mulai menurun akibat berbagai skandal doping. Pada Piala Dunia 1994, ia dilarang berpartisipasi lebih jauh setelah terbukti menggunakan zat terlarang dalam tes urin. Setelah sempat membela Sevilla dan Newell's Old Boys, Maradona akhirnya resmi pensiun dari lapangan hijau pada 30 Oktober 1997 saat bermain kembali untuk Boca Juniors.

Pasca pensiun, ia tetap aktif di dunia sepak bola dengan meluncurkan otobiografi berjudul Yo Soy El Diego yang menjadi best seller. Ia juga sempat berkarier sebagai pelatih, termasuk menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Argentina antara tahun 2008 hingga 2010. Di bawah kepemimpinannya, Argentina mencapai perempat final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Gaya Bermain dan Warisan

Maradona dikenal sebagai playmaker tingkat lanjut yang beroperasi di posisi nomor 10 klasik. Meskipun memiliki perawakan kecil, ia memiliki pusat gravitasi rendah yang memungkinkannya bermanuver melewati lawan dengan kecepatan dan keseimbangan luar biasa. Kemampuan dribbling, visi bermain, serta akurasi tendangan bebasnya menjadikannya pemain yang sangat ditakuti. Ia sering menggunakan kaki kirinya untuk melakukan aksi-aksi magis di lapangan, termasuk gerakan trademark seperti tendangan Rabona.

Diego Maradona meninggal dunia pada 25 November 2020 akibat henti jantung di kediamannya di Tigre, Buenos Aires. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga. Warisannya tetap hidup melalui stadion-stadion yang dinamai menurut namanya dan jutaan penggemar yang menganggapnya lebih dari sekadar pemain bola, melainkan simbol perlawanan dan bakat murni.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu gol "Tangan Tuhan"?

Gol "Tangan Tuhan" adalah gol yang dicetak Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986 menggunakan tangannya. Meski merupakan pelanggaran, wasit mengesahkannya karena tidak melihat kontak tangan tersebut secara jelas.

Berapa kali Diego Maradona memenangkan Piala Dunia?

Maradona memenangkan Piala Dunia sebanyak satu kali sebagai pemain, yaitu pada tahun 1986 di Meksiko.

Klub mana yang paling identik dengan karier Maradona di Eropa?

SSC Napoli merupakan klub Eropa yang paling identik dengan Maradona, di mana ia memenangkan dua gelar Serie A dan menjadi ikon abadi bagi masyarakat Naples.

Sumber referensi: Wikipedia