Franz Beckenbauer
Pemain sepak bola Jerman

Franz Beckenbauer (11 September 1945 – 7 Januari 2024) adalah figur legendaris yang mengubah wajah sepak bola dunia melalui kecerdasan taktis dan kepemimpinannya yang karismatik. Dikenal secara universal dengan julukan "Der Kaiser" (Sang Kaisar), ia dianggap sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah olahraga. Beckenbauer tidak hanya mendominasi lapangan sebagai pemain, tetapi juga menorehkan tinta emas sebagai manajer yang membawa Jerman meraih kejayaan tertinggi di panggung internasional.
Masa Kecil dan Awal Karier di Munich
Lahir di tengah reruntuhan Munich pasca-Perang Dunia II, Franz adalah putra kedua dari pasangan pekerja pos Franz Beckenbauer, Sr. dan Antonie. Ia tumbuh di distrik Giesing, sebuah kawasan kelas pekerja. Meskipun ayahnya cenderung sinis terhadap sepak bola, Franz mulai bermain di usia sembilan tahun bersama tim junior SC Munich '06 pada tahun 1954.
Awalnya, Franz adalah seorang penyerang tengah yang mengidolakan Fritz Walter. Ironisnya, meski ia merupakan pendukung setia 1860 Munich, ia justru bergabung dengan tim muda Bayern Munich pada tahun 1959. Keputusan ini lahir dari sebuah insiden di turnamen U-14, di mana ia terlibat perselisihan fisik dengan pemain 1860 Munich. Kejadian tersebut membuatnya dan rekan-rekan setimnya membatalkan niat bergabung dengan 1860 Munich dan memilih rivalnya, Bayern Munich.
Di masa mudanya, ia sempat didera kontroversi ketika kekasihnya hamil di luar nikah pada tahun 1963. Ia sempat dilarang membela tim nasional pemuda Jerman Barat oleh DFB, sebelum akhirnya diizinkan kembali setelah intervensi dari pelatih Dettmar Cramer.
Era Keemasan di Bayern Munich dan Revolusi Libero
Beckenbauer melakukan debut profesionalnya untuk Bayern Munich pada 6 Juni 1964 dalam laga play-off promosi Bundesliga. Di bawah kepemimpinannya, Bayern bertransformasi dari klub liga regional menjadi kekuatan dominan di Eropa. Ia menjadi kapten tim pada musim 1968-69 dan memimpin klub meraih gelar liga pertama mereka.
Kontribusi taktis terbesar Beckenbauer adalah penyempurnaan peran "libero" atau penyapu modern. Ia mengubah peran yang tadinya hanya fokus pada pertahanan menjadi pemain yang bebas mengatur serangan dari lini belakang. Selama masa baktinya di Bayern, ia memenangkan tiga gelar Bundesliga berturut-turut (1972–1974) dan mencatatkan hat-trick juara Liga Champions UEFA (1974–1976), sebuah prestasi yang menjadikannya pemain pertama yang memenangkan tiga Piala Eropa sebagai kapten.
Asal-usul julukan "Der Kaiser" sering dikaitkan dengan sesi foto dirinya di samping patung mantan kaisar Austria, Franz Joseph I, di Wina. Namun, versi lain menyebutkan julukan itu muncul setelah ia secara elegan mendominasi pemain lawan, Reinhard Libuda, yang dijuluki "Raja Westphalia".
Baca Juga:
Kejayaan di Tingkat Internasional
Bersama Jerman Barat, Beckenbauer mencatatkan 103 penampilan dan mencetak 14 gol. Perjalanannya di Piala Dunia sangat fenomenal:
- Piala Dunia 1966: Mencetak empat gol sebagai gelandang muda dan membawa Jerman Barat ke final sebelum kalah dari Inggris.
- Piala Dunia 1970: Menunjukkan ketangguhan luar biasa di "Pertandingan Abad Ini" melawan Italia, di mana ia tetap bermain dengan bahu yang cedera dan dibebat karena jatah pergantian pemain sudah habis.
- Piala Dunia 1974: Sebagai kapten, ia berhasil memimpin negaranya meraih juara dunia di kandang sendiri setelah mengalahkan Belanda yang diperkuat Johan Cruyff di final.
Sebelum memenangkan Piala Dunia, ia juga membawa Jerman Barat menjuarai Piala Eropa (Euro) 1972 sebagai kapten. Ia menjadi kapten pertama yang memegang trofi Piala Dunia, Piala Eropa, dan Piala Eropa tingkat klub sekaligus.
Karier Kepelatihan dan Masa Tua
Setelah pensiun sebagai pemain, Beckenbauer kembali ke tim nasional sebagai manajer pada tahun 1984. Ia berhasil mengantarkan Jerman Barat ke final Piala Dunia 1986 sebelum akhirnya meraih gelar juara pada Piala Dunia 1990 di Italia. Prestasi ini menjadikannya orang pertama dalam sejarah yang memenangkan Piala Dunia sebagai kapten tim sekaligus pelatih (kemudian diikuti oleh Mário Zagallo dan Didier Deschamps).
Di tingkat klub, ia membawa Olympique de Marseille menjuarai Liga Prancis dan memberikan gelar Bundesliga serta Piala UEFA untuk Bayern Munich dalam masa jabatan kepelatihan yang singkat. Ia kemudian menjabat sebagai Presiden Bayern Munich dari tahun 1994 hingga 2009.
Beckenbauer juga merupakan sosok kunci di balik terpilihnya Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. Namun, masa tuanya sempat dibayangi oleh investigasi terkait dugaan penipuan dan pencucian uang dalam proses pencalonan tuan rumah tersebut, meski investigasi tersebut ditutup pada tahun 2020 tanpa putusan karena kedaluwarsa.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Franz Beckenbauer dijuluki Der Kaiser?
Julukan tersebut berarti "Sang Kaisar" dalam bahasa Jerman. Julukan ini muncul karena gaya bermainnya yang elegan dan dominan, serta sering dikaitkan dengan sesi fotonya di samping patung kaisar Austria, Franz Joseph I, serta kepemimpinannya yang mutlak di lapangan.
Apa prestasi unik Beckenbauer di Piala Dunia?
Beckenbauer adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil memenangkan Piala Dunia FIFA baik sebagai pemain (kapten pada 1974) maupun sebagai manajer (1990).
Klub mana saja yang pernah dibela Beckenbauer?
Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di Bayern Munich, sebelum pindah ke New York Cosmos di Amerika Serikat, dan sempat bermain untuk Hamburger SV di Jerman sebelum pensiun.
Sumber referensi: Wikipedia