Jovan Hadži
ahli zoologi asal Slovenia

Jovan Hadži (22 November 1884 – 11 Desember 1972) adalah seorang ahli zoologi terkemuka asal Slovenia keturunan Serbia yang memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman evolusi dan klasifikasi hewan di wilayah Balkan. Sepanjang kariernya, ia dikenal karena keberaniannya mengajukan teori-teori alternatif mengenai asal-usul makhluk hidup bersel banyak, serta dedikasinya dalam meneliti fauna di lingkungan ekstrem seperti gua dan pegunungan tinggi.
Latar Belakang dan Karier Akademik
Lahir di Temišvar (sekarang Timișoara, Rumania) dalam sebuah keluarga Serbia di wilayah Austria-Hongaria, Hadži memulai perjalanan profesionalnya di Zagreb sebelum akhirnya menetap di Slovenia. Pada tahun 1920, ia pindah ke Ljubljana dan dipercaya menjabat sebagai kepala lembaga zoologi di Universitas Ljubljana yang baru didirikan saat itu.
Pengaruhnya di dunia akademik semakin menguat ketika ia menjadi anggota penuh Akademi Ilmu Pengetahuan dan Seni Slovenia (SASA) pada tahun 1938. Dari tahun 1951 hingga 1972, ia menjabat sebagai kepala Institut Biologi di SASA, memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh sains paling berpengaruh di kawasan itu selama lebih dari dua dekade.
Kontribusi Teoritis: Sistem Klasifikasi Hewan
Jovan Hadži dikenal karena mengajukan sistem klasifikasi hewan yang unik dan berbeda dari arus utama sains pada masanya. Ia membagi kerajaan hewan ke dalam enam filum utama, yaitu:
- Protozoa
- Parazoa
- Ameria (hewan tanpa segmen)
- Oligomeria (hewan dengan sedikit segmen)
- Polymeria (hewan dengan banyak segmen)
- Chordata
Meskipun sistem klasifikasi ini umumnya kurang diterima oleh para ahli zoologi internasional karena pemilihan kriteria klasifikasinya dianggap kurang kuat oleh rekan sejawatnya, sistem Hadži justru sangat populer dalam pendidikan sains di bekas negara Yugoslavia. Kesederhanaan sistem tersebut menjadikannya alat bantu pengajaran yang luas digunakan bagi para pelajar biologi di sana.
Baca Juga:
Teori Asal-Usul Metazoa
Selain klasifikasi, Hadži mengembangkan teori mengenai asal-usul metazoa atau hewan bersel banyak. Ia mengembangkan hipotesis yang menyatakan bahwa hewan bersel banyak pertama yang menyerupai cacing pipih modern berevolusi dari organisme bersilia multinukleat. Dalam pandangannya, inti sel pada organisme purba tersebut kemudian dipisahkan oleh membran sel untuk membentuk struktur multiseluler.
Sama seperti sistem klasifikasinya, teori ini memicu perdebatan di komunitas sains. Para kritikus berpendapat bahwa Hadži terlalu menekankan pada kemiripan struktur fisik sembari mengabaikan karakteristik biologis penting lainnya. Alhasil, meskipun revolusioner secara konsep, teori ini tidak pernah diadopsi secara luas di tingkat internasional.
Penelitian Fauna Gua dan Eksplorasi
Di luar teori evolusi, Hadži memberikan kontribusi praktis yang sangat besar melalui kerja lapangan yang intensif. Ia memfokuskan penelitian faunistiknya pada invertebrata di gua dan pegunungan, di mana ia berhasil mengidentifikasi dan mendeskripsikan lebih dari seratus spesies dan genus baru bagi dunia sains.
Kecintaannya pada alam bawah tanah juga membawanya menjadi penjelajah gua yang aktif. Ia menjabat sebagai presiden Masyarakat Eksplorasi Gua Ljubljana (DZRJL) antara tahun 1927 hingga 1945. Dedikasinya dalam eksplorasi ini memastikan namanya tetap relevan dalam studi biospeleologi, ilmu yang mempelajari kehidupan di dalam gua.
Penghargaan dan Warisan Ilmiah
Sebagai bentuk pengakuan atas jasa-jasanya yang besar di bidang zoologi, Jovan Hadži menerima Penghargaan Prešeren yang bergengsi pada tahun 1956. Selain itu, Universitas Ljubljana menganugerahinya gelar doktor kehormatan pada tahun 1969 sebagai apresiasi atas dedikasi akademiknya selama puluhan tahun.
Warisan ilmiahnya juga terus hidup melalui penamaan beberapa spesies invertebrata oleh ahli zoologi lain sebagai bentuk penghormatan, seperti Astagobius hadzii, Cyclopina hadzii, Isohypsibius hadzii, dan Niphargus hadzii.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa kontribusi utama Jovan Hadži dalam dunia pendidikan di Yugoslavia?
Meskipun sistem klasifikasinya diperdebatkan secara internasional, pembagian hewan ke dalam enam filum yang disusunnya banyak digunakan dalam pendidikan sains di Yugoslavia karena strukturnya yang sederhana dan mudah dipahami oleh pelajar.
Apa teori Jovan Hadži mengenai asal-usul hewan bersel banyak?
Ia mengusulkan bahwa metazoa (hewan bersel banyak) berevolusi dari ciliata multinukleat yang inti selnya kemudian terbagi oleh membran sel, menghasilkan bentuk awal yang menyerupai cacing pipih.
Sumber referensi: Wikipedia