Kenny Jackett

Pemain dan Manajer Sepak Bola Wales

Biografi Kenny Jackett: Legenda Watford dan Manajer Bertangan Dingin
Biografi Kenny Jackett: Legenda Watford dan Manajer Bertangan Dingin

Kenny Jackett (5 Januari 1962 – 11 Juni 2026) adalah seorang pemain dan manajer sepak bola asal Wales kelahiran Inggris yang dikenal luas karena loyalitasnya sebagai pemain di Watford dan keberhasilannya membawa berbagai klub meraih promosi. Sebagai pemain, ia merupakan sosok "one-club man" yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Vicarage Road sebelum akhirnya beralih ke dunia kepelatihan yang sangat sukses.

Latar Belakang dan Karier Bermain

Lahir di Watford, Inggris, Kenny Jackett memiliki darah sepak bola yang kuat dari ayahnya, Frank Jackett, yang juga pernah membela Watford antara tahun 1949 hingga 1953. Kenny bergabung dengan klub lokalnya tersebut pada usia 12 tahun dan menembus tim utama saat berusia 18 tahun pada April 1980.

Sebagai pemain kidal yang serba bisa, Jackett mampu beroperasi dengan baik di lini pertahanan maupun gelandang. Ia menjadi bagian penting dari masa keemasan Watford di bawah manajer Graham Taylor, membantu klub meraih promosi ke kasta tertinggi dan finis sebagai runner-up Liga Inggris pada musim 1982–83. Salah satu momen puncak kariernya adalah tampil di Final Piala FA 1984 melawan Everton. Namun, cedera lutut yang parah memaksanya pensiun dini pada usia 28 tahun setelah menjalani serangkaian operasi. Total, ia mencatatkan 428 penampilan dan mencetak 34 gol untuk Watford.

Di level internasional, Jackett memilih untuk membela tim nasional Wales melalui garis keturunan ayahnya. Ia mencatatkan debut pada tahun 1982 dalam kemenangan melawan Norwegia dan mengumpulkan total 31 caps hingga pertandingan terakhirnya melawan Swedia pada tahun 1988.

Awal Karier Manajerial di Watford dan QPR

Setelah pensiun, Jackett langsung beralih ke staf kepelatihan Watford. Ia sempat menjabat sebagai manajer utama pada musim 1996–97 setelah klub terdegradasi ke divisi ketiga. Meskipun mencatatkan rekor tak terkalahkan yang panjang, ia hanya mampu membawa tim finis di posisi ke-13, posisi terendah klub sejak 1970-an. Hal ini membuatnya turun jabatan menjadi pelatih tim utama di bawah Graham Taylor, di mana ia membantu Watford meraih promosi berturut-turut hingga ke Liga Utama Inggris.

Setelah meninggalkan Watford pada tahun 2001, Jackett bergabung dengan Ian Holloway di Queens Park Rangers sebagai asisten manajer. Di sana, ia berkontribusi besar dalam kampanye promosi klub tersebut ke Divisi Dua.

Baca Juga:

Kesuksesan Bersama Swansea City dan Millwall

Pada April 2004, Jackett dipercaya menangani Swansea City. Di musim penuh pertamanya, ia membawa Swansea promosi dari League Two dan memenangkan FAW Premier Cup. Kesuksesan berlanjut dengan raihan trofi Football League Trophy pada tahun 2006. Namun, ia mengundurkan diri pada Februari 2007 setelah merasa tidak lagi mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen klub.

Babak baru dimulai di Millwall pada November 2007. Jackett membangun reputasi sebagai spesialis promosi setelah membawa Millwall naik ke Championship melalui babak play-off pada tahun 2010. Selama enam musim di Millwall, ia berhasil membawa klub tersebut menjadi tim yang disegani, termasuk mencapai semifinal Piala FA pada tahun 2013 sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari tantangan baru.

Era Rekor di Wolverhampton Wanderers

Salah satu pencapaian paling mengesankan dalam karier Jackett terjadi saat ia menangani Wolverhampton Wanderers (Wolves) mulai Mei 2013. Datang saat Wolves terpuruk di kasta ketiga, Jackett melakukan transformasi luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, Wolves menjuarai League One dan mencatatkan rekor poin divisi tersebut dengan 103 poin.

Ia dianugerahi gelar LMA Manager of the Year untuk League One atas pencapaian tersebut. Jackett terus memimpin Wolves hingga Juli 2016 sebelum akhirnya kontraknya diputus setelah terjadi pergantian kepemilikan klub ke Fosun International.

Tahun-tahun Terakhir dan Warisan

Jackett sempat menangani Rotherham United secara singkat sebelum bergabung dengan Portsmouth pada Juni 2017. Di Fratton Park, ia membawa klub memenangkan EFL Trophy pada 2019 setelah mengalahkan Sunderland lewat adu penalti. Karier manajerial terakhirnya dihabiskan di Leyton Orient sebelum ia beralih peran menjadi Direktur Sepak Bola di Gillingham pada tahun 2023.

Kenny Jackett meninggal dunia pada 11 Juni 2026 di usia 64 tahun. Ia meninggalkan warisan sebagai sosok profesional yang jujur, pekerja keras, dan memiliki kemampuan taktis yang mumpuni dalam membangun tim dari bawah hingga meraih kesuksesan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa rekor terbesar Kenny Jackett saat melatih Wolverhampton Wanderers?

Ia membawa Wolves menjuarai League One pada musim 2013–14 dengan mencetak rekor poin divisi sebanyak 103 poin.

Klub mana yang dibela Kenny Jackett sepanjang karier bermainnya?

Kenny Jackett adalah seorang "one-club man" yang hanya bermain untuk satu klub profesional saja, yaitu Watford FC.

Mengapa Kenny Jackett pensiun sebagai pemain di usia yang relatif muda?

Ia terpaksa pensiun pada usia 28 tahun (1990) karena cedera lutut kronis yang memerlukan serangkaian operasi pembedahan.

Sumber referensi: Wikipedia