Ælfric of Abingdon
Uskup Agung Canterbury pada akhir abad ke-10

Ælfric of Abingdon (meninggal 16 November 1005) adalah seorang tokoh gereja terkemuka di Inggris pada akhir abad ke-10 yang menjabat sebagai Uskup Agung Canterbury. Sebelum mencapai posisi tertinggi dalam hierarki gereja Inggris, ia memegang berbagai jabatan penting lainnya, termasuk Abas (pemimpin biara) St Albans dan Uskup Ramsbury. Kehidupannya mencerminkan hubungan erat antara otoritas gerejawi dan monarki Anglo-Saxon pada masa pemerintahan Raja Æthelred yang Tidak Siap (the Unready).
Asal-usul dan Awal Karier Gerejawi
Ælfric merupakan putra dari seorang earl dari Kent. Ia memulai kehidupan religiusnya sebagai biarawan di Biara Abingdon di Berkshire (sekarang berada di wilayah Oxfordshire). Meskipun catatan sejarah yang dikenal sebagai Historia Ecclesie Abbendonensis menyebutkan Ælfric sebagai Abas Abingdon, namanya tidak tercantum dalam daftar resmi abas di biara tersebut. Namun, terdapat bukti tidak langsung yang mendukung klaim ini, seperti adanya hibah tanah yang diberikan kepada Ælfric secara pribadi saat ia menjabat sebagai uskup agung, yang sebelumnya secara tidak adil diambil dari Abingdon.
Sekitar tahun 975, ia diangkat menjadi Abas St Albans. Ketika ia kemudian naik jabatan menjadi uskup, posisi abas di biara tersebut diteruskan oleh saudaranya, Leofric. Antara tahun 991 dan 993, Ælfric diangkat menjadi Uskup Ramsbury, sebuah posisi yang kemungkinan besar tetap ia jalankan bersamaan dengan tugas-tugasnya di biara.
Menjadi Uskup Agung Canterbury
Puncak karier Ælfric terjadi pada tahun 995 ketika ia terpilih menjadi Uskup Agung Canterbury. Pemilihannya berlangsung pada pertemuan witenagemot (dewan penasihat raja) yang diadakan di Amesbury pada 21 April 995, dengan persetujuan dari Raja Æthelred II dan seluruh anggota dewan. Meskipun menjabat sebagai pemimpin tertinggi di Canterbury, Ælfric tetap memegang jabatan Uskup Ramsbury hingga akhir hayatnya.
Penunjukan Ælfric sempat menuai ketidakpuasan di kalangan rohaniwan katedral. Kelompok ini bahkan mengirim dua utusan ke Roma sebelum kedatangan Ælfric dengan harapan bisa mengamankan jabatan uskup agung bagi kandidat pilihan mereka. Namun, Paus Gregorius V menolak permintaan tersebut karena para kandidat tersebut tidak memiliki izin resmi dari raja. Akhirnya, saat Ælfric tiba di Roma pada tahun 997, ia secara resmi dilantik dan menerima pallium, jubah simbolis otoritas uskup agung.
Baca Juga:
Reformasi dan Pengaruh Politik
Salah satu tindakan Ælfric yang paling banyak dibicarakan dalam sejarah adalah kemungkinan reformasi yang ia lakukan di Katedral Canterbury. Sebuah narasi yang berkembang setelah Penaklukan Normandia menyebutkan bahwa Ælfric mengganti para rohaniwan sekuler di katedral dengan para biarawan atas perintah Paus. Meskipun kebenaran cerita ini masih diperdebatkan oleh para sejarawan, hal ini menunjukkan pengaruh gerakan pembaruan biara pada masa itu.
Di ranah politik dan sosial, Ælfric memiliki pengaruh yang signifikan. Ia kemungkinan besar adalah orang yang memimpin upacara pernikahan Raja Æthelred II dengan Emma dari Normandia pada tahun 1002. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai hakim kerajaan yang dipercaya raja untuk memutus perkara di antara para bangsawan setempat (thegns).
Dalam hal kepengarangan dan literasi, Ælfric memerintahkan penyusunan biografi suci (hagiografi) pertama tentang Dunstan, salah satu pendahulunya yang terkenal. Ia juga terlibat dalam korespondensi mengenai tugas moral para uskup dan kewajiban masyarakat untuk melindungi gereja serta membantu kaum yatim piatu dan janda.
Wafat dan Warisan dalam Wasiat
Ælfric of Abingdon wafat pada 16 November 1005. Awalnya ia dimakamkan di Biara Abingdon, namun sisa-sisa jenazahnya kemudian dipindahkan ke Katedral Canterbury. Setelah kematiannya, ia dihormati sebagai orang suci dengan hari perayaan (feast day) setiap tanggal 16 November.
Dokumen wasiat Ælfric memberikan wawasan menarik tentang kekayaan dan tanggung jawab sosialnya. Dalam wasiat tersebut, ia meninggalkan sejumlah kapal untuk masyarakat Wiltshire dan Kent. Kapal terbaiknya, yang dirancang untuk menampung enam puluh orang, ia hadiahkan secara khusus kepada Raja Æthelred II sebagai bentuk loyalitasnya kepada takhta.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Ælfric of Abingdon?
Ælfric of Abingdon adalah Uskup Agung Canterbury yang menjabat dari tahun 995 hingga 1005 dan merupakan tokoh penting dalam sejarah gereja Anglo-Saxon.
Apa saja jabatan yang pernah dipegang oleh Ælfric?
Ia pernah menjabat sebagai Abas St Albans, Uskup Ramsbury, dan akhirnya menjadi Uskup Agung Canterbury.
Apa warisan unik yang ditinggalkan Ælfric dalam wasiatnya?
Ia meninggalkan beberapa kapal untuk masyarakat lokal dan sebuah kapal besar untuk 60 orang yang dihadiahkan kepada Raja Æthelred II.
Sumber referensi: Wikipedia