Dani Anwar
Politikus

Dani Anwar (22 Februari 1968 – 3 Agustus 2020) adalah seorang tokoh politik Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal luas melalui pengabdiannya di lembaga legislatif, baik di tingkat daerah maupun nasional. Sebagai putra asli Jakarta, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik dan organisasi sosial.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Dani Anwar lahir di Jakarta dalam lingkungan keluarga Betawi yang kental dengan tradisi keagamaan. Ia merupakan putra dari pasangan Muhammad Aspali Bin Abduraman dan Bani Binti H. Daud Bin Busama. Akar budayanya berasal dari kawasan Tanah Abang; ayahnya berasal dari Gang Kiapang, sementara ibunya berasal dari Kebon Pala.
Pengaruh nilai-nilai agama dalam diri Dani tak lepas dari sosok kakeknya, Haji Daud, yang dihormati masyarakat Kebon Pala sebagai pengajar agama sekaligus Imam Rawatib di masjid setempat. Latar belakang ini membentuk karakter Dani yang religius dan aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan sejak usia muda.
Pendidikan dan Aktivisme
Dani Anwar menempuh pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Jakarta Pusat. Ia lulus dari SD Islam Miftahudin, Tanah Abang pada tahun 1981, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 35 Gambir (lulus 1984), dan SMA Negeri 7 Gambir (lulus 1987). Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN Jakarta). Di sana, ia awalnya mengambil jurusan Syari'ah sebelum akhirnya berpindah ke jurusan Tarbiyah pada tahun 1988.
Selama masa studinya, Dani dikenal sangat aktif berorganisasi. Keterlibatannya mencakup berbagai sektor, mulai dari kepemudaan hingga olahraga. Beberapa organisasi yang pernah ia ikuti antara lain:
- Pelajar Islam Indonesia (PII).
- Forum Komunikasi Remaja Masjid Tanah Abang (F-Koremta).
- Pemuda Muhammadiyah cabang Tanah Abang Satu.
- Klub sepak bola Macan Betawi Club (MBC).
- Yayasan Ihsanul Amal yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.
Karier Politik dan Peran di PKS
Dani Anwar merupakan salah satu kader awal Partai Keadilan (yang kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera). Ia dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Jakarta Pusat pertama untuk periode 1998–2002. Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta (2002–2006) dan menjadi anggota Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta pada 2006.
Baca Juga:
Kontribusi di Lembaga Legislatif
Kiprah Dani di dunia legislatif dimulai saat ia terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 1999–2004, di mana ia menjabat sebagai sekretaris Komisi B yang membidangi sektor perekonomian. Pada periode berikutnya (2004–2009), ia kembali terpilih dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komisi E. Di posisi ini, ia menangani isu-isu krusial seperti pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, pemuda, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu momen paling menonjol dalam karier politiknya terjadi pada tahun 2007, ketika Dani Anwar maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta sebagai calon Wakil Gubernur. Ia mendampingi Adang Daradjatun, meskipun hasil akhirnya belum berhasil membawa mereka ke kursi eksekutif. Tak berhenti di sana, pengabdian Dani meluas ke tingkat nasional saat ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) mewakili Provinsi DKI Jakarta untuk periode 2009–2014.
Wafatnya Sang Politikus Betawi
Dani Anwar tutup usia pada 3 Agustus 2020. Berita duka ini dikonfirmasi oleh Ketua DPRD DKI Jakarta saat itu, Prasetyo Edi Marsudi. Dani meninggal dunia saat masih aktif menjabat sebagai anggota legislatif Jakarta. Kepergiannya disebabkan oleh infeksi COVID-19 yang diperburuk oleh penyakit penyerta (komorbid) yang dideritanya. Ia meninggalkan istri dan dua orang anak, Muhammad Mikail Anwar dan Bilqis Aqeela Anwar, serta warisan perjuangan politik yang fokus pada pemberdayaan masyarakat Betawi dan warga Jakarta secara umum.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Dani Anwar?
Dani Anwar adalah seorang politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan anggota DPD RI mewakili Jakarta.
Apa peran Dani Anwar dalam Pilkada Jakarta 2007?
Pada Pilkada DKI Jakarta 2007, Dani Anwar mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Adang Daradjatun.
Kapan Dani Anwar meninggal dunia dan apa penyebabnya?
Dani Anwar meninggal dunia pada 3 Agustus 2020 akibat terjangkit COVID-19 yang diperburuk oleh penyakit penyerta.
Sumber referensi: Wikipedia