Datuk Djamin

Mantan Gubernur Jawa Barat

Biografi Datuk Djamin: Profil Gubernur Jawa Barat ke-2 dan Ahli Hukum Minang
Biografi Datuk Djamin: Profil Gubernur Jawa Barat ke-2 dan Ahli Hukum Minang

Mr. Mohammad Djamin gelar Datuk Sutan Maharaja Besar (1903 – 10 Mei 1957) adalah seorang pengacara, politikus, dan tokoh nasional Indonesia asal Minangkabau. Ia dikenal luas dalam sejarah Republik Indonesia sebagai Gubernur Jawa Barat kedua yang menjabat pada masa-masa kritis awal kemerdekaan. Sebagai seorang intelektual lulusan sekolah hukum Belanda, ia membawa kompetensi hukumnya ke dalam ranah birokrasi dan perjuangan pemerintahan di tengah tekanan militer asing.

Latar Belakang dan Silsilah Keluarga

Mohammad Djamin lahir pada tahun 1903 di Sulit Air, Sumatera Barat. Ia lahir dari keluarga dengan garis keturunan pemuka adat yang kuat. Ayahnya adalah Datuk Malin Maharadja, yang merupakan penghulu kepala di Sulit Air. Sementara itu, kakeknya adalah Datuk Radjo Mansoer, sosok yang dikenal sebagai Larashoofd atau kepala laras terakhir di wilayah tersebut. Ia juga merupakan keponakan dari seorang mantri polisi kelas dua di Kota Medan yang memiliki nama yang sama dengan kakeknya.

Keluarga ini memberikan dasar pendidikan dan nilai-nilai kepemimpinan yang kuat bagi Djamin kecil. Dalam perjalanan hidupnya kemudian, ia menikah dengan Siti Nuraini, seorang perempuan asal Betawi yang berprofesi sebagai penari. Dari pernikahan ini, lahir seorang putra bernama Yazeed Djamin yang kemudian dikenal sebagai salah satu komposer ternama di kancah musik Indonesia.

Rekam Jejak Pendidikan Hukum

Pendidikan merupakan prioritas utama dalam kehidupan Mohammad Djamin. Ia memulai perjalanan akademisnya di sekolah dasar hingga mencapai tingkat pendidikan tinggi di Eropa. Berikut adalah rincian pendidikan yang ia tempuh:

  • Volkschool di Sulit Air (1909–1912)
  • Sekolah Gouvernement di Singkarak (1912–1913)
  • Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Solok (1913–1917)
  • Kweekschool di Fort de Kock atau Bukittinggi (1917)
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang
  • Rechtschool (Sekolah Hukum) di Jakarta
  • Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Jakarta (1924)
  • Universitas Leiden, Belanda (1927–1931)

Keberhasilannya menamatkan studi di Universitas Leiden membuahkan gelar Meester in de Rechten (Mr.). Gelar ini menandakan keahliannya dalam bidang hukum, yang kemudian ia praktikkan sebagai advokat atau pengacara. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pemerintahan, Djamin tercatat pernah membuka praktik hukum di Raad van Justitie Padang serta menjalankan profesinya hingga ke Singapura.

Baca Juga:

Menjabat Gubernur Jawa Barat di Masa Revolusi

Penunjukan Mohammad Djamin sebagai Gubernur Jawa Barat terjadi pada periode yang sangat sulit, yakni antara tahun 1945 hingga 1946. Setelah proklamasi kemerdekaan, stabilitas negara masih terganggu oleh kedatangan tentara Sekutu dan Belanda. Ketika Jakarta diduduki oleh Sekutu, ibu kota negara dipindahkan ke Yogyakarta. Hal ini berdampak langsung pada pemerintahan di tingkat provinsi.

Sebagai Gubernur Jawa Barat kedua, Djamin tidak dapat memimpin dari pusat pemerintahan di Bandung. Sejak tahun 1946, karena tekanan situasi keamanan dan pendudukan militer, ibu kota pemerintahan Jawa Barat terpaksa dipindahkan ke daerah pedalaman, tepatnya di Tasikmalaya. Kepemimpinannya di masa transisi ini sangat menantang karena ia harus menjaga roda pemerintahan tetap berjalan di tengah suasana perang kemerdekaan dan keterbatasan sarana komunikasi maupun birokrasi.

Akhir Hayat dan Penghormatan

Setelah pengabdiannya di masa revolusi, Mohammad Djamin terus memberikan kontribusi bagi bangsa sesuai bidang keahliannya. Tokoh asal Sulit Air ini mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, 10 Mei 1957, di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Karet, Jakarta. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh banyak tokoh besar nasional, terutama para tokoh yang berasal dari tanah kelahirannya, Minangkabau. Penghormatan tersebut mencerminkan betapa besarnya jasa dan pengaruh Datuk Djamin dalam sejarah awal berdirinya Republik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa jasa utama Datuk Djamin bagi Jawa Barat?

Datuk Djamin menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat kedua pada masa revolusi (1945-1946). Ia mempertahankan pemerintahan provinsi meskipun harus memindahkan pusat kegiatan ke Tasikmalaya akibat pendudukan tentara Sekutu di Bandung dan Jakarta.

Di mana Datuk Djamin menempuh pendidikan hukumnya?

Ia menempuh pendidikan hukum di Rechtschool Jakarta dan Rechtshoogeschool sebelum akhirnya meraih gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1931.

Sumber referensi: Wikipedia