Jeanne d'Arc

Pahlawan negara Perancis

Biografi Jeanne d'Arc: Pahlawan Perancis dan Santa Gereja Katolik
Biografi Jeanne d'Arc: Pahlawan Perancis dan Santa Gereja Katolik

Jeanne d'Arc (6 Januari 1412 – 31 Mei 1431) adalah pahlawan nasional Perancis dan santa dalam agama Katolik yang memainkan peran krusial selama Perang Seratus Tahun. Di tanah airnya, ia dikenal dengan julukan La Pucelle yang berarti “sang dara” atau “sang perawan”. Jeanne mengklaim telah menerima pencerahan spiritual yang ia yakini berasal dari Tuhan untuk membangkitkan semangat pasukan Charles VII dan merebut kembali wilayah Perancis yang diduduki oleh Inggris serta faksi Burgundi.

Latar Belakang dan Kondisi Perancis

Masa kelahiran Jeanne d'Arc merupakan salah satu titik terendah dalam sejarah Perancis. Perang yang berkepanjangan menyebabkan kesengsaraan luas bagi rakyat, terutama di wilayah utara yang dikuasai Inggris. Pada saat itu, Perancis terancam menjadi bagian dari “Monarki Kembar” di bawah kekuasaan raja Inggris.

Kondisi internal Perancis sendiri sangat kacau. Raja Charles VI menderita penyakit jiwa yang membuatnya tidak mampu memerintah dengan efektif. Hal ini memicu sengketa perwalian antara John sang Pemberani dari Burgundi dan Louis dari Orléans, yang berujung pada pembunuhan Louis pada tahun 1407. Kekacauan ini dimanfaatkan oleh Raja Inggris, Henry V, untuk menguasai kota-kota penting di Perancis utara setelah kemenangan dramatis di Agincourt pada 1415.

Masa Kecil dan Panggilan Spiritual

Jeanne lahir di Domrémy dari pasangan Jacques d'Arc dan Isabelle Romée, petani yang mengelola lahan sekitar 50 hektare. Ayahnya juga memegang jabatan kecil di pemerintahan daerah sebagai pengumpul pajak dan kepala keamanan kota. Desanya terletak di wilayah timur laut yang terisolasi namun tetap setia kepada mahkota Perancis meski dikelilingi wilayah Burgundi.

Pada sekitar tahun 1424, Jeanne mengaku mendapatkan penglihatan pertamanya. Ia menyatakan bahwa Santo Mikhael, Santa Katarina, dan Santa Margaret berbicara kepadanya, memerintahkannya untuk mengusir tentara Inggris dan membawa putra mahkota (Dauphin) ke Reims untuk dinobatkan sebagai raja yang sah.

Pada usia 16 tahun (1428), Jeanne mulai mengambil langkah nyata dengan meminta izin mengunjungi balairung agung Perancis di Chinon. Meski awalnya mendapatkan jawaban sarkastik dari komandan garnisun Robert de Baudricourt, kegigihan Jeanne akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil meramalkan kekalahan Perancis dalam Pertempuran Herrings, yang kemudian terbukti akurat dan meyakinkan Baudricourt untuk memberikan dukungannya.

Kebangkitan Militer dan Pembebasan Orléans

Jeanne tiba di Chinon dengan mengenakan pakaian laki-laki demi keamanan selama perjalanan melalui wilayah musuh. Setelah melalui pemeriksaan latar belakang dan teologis di Poitier untuk memverifikasi moralitasnya, Charles VII akhirnya mengizinkan Jeanne memimpin pasukan. Langkah ini dianggap sebagai upaya terakhir dari rezim yang hampir runtuh dan telah kehilangan harapan pada metode rasional konvensional.

Pada 29 April 1429, Jeanne tiba di pengepungan Orléans. Meskipun pada awalnya tidak dilibatkan dalam dewan perang oleh para veteran, ia membuktikan kapasitasnya dengan menempatkan diri di garis depan pertempuran. Strateginya yang agresif dan penyerangan frontal berhasil mengakhiri pengepungan Orléans hanya dalam waktu sembilan hari.

Baca Juga:

Kemenangan di Patay dan Penobatan di Reims

Setelah kemenangan di Orléans, Jeanne mendesak agar pasukan bergerak menuju Reims, sebuah rencana yang sangat berisiko karena letaknya jauh di dalam wilayah musuh. Namun, di bawah pengaruh kepemimpinannya, pasukan Perancis berhasil merebut sejumlah kota strategis seperti Jargeau, Meung-sur-Loire, dan Beaugency.

Pada 18 Juni 1429, terjadi Pertempuran Patay yang menjadi momen pembalikan keadaan bagi Perancis. Pasukan Inggris hancur, sementara Perancis hanya menderita sedikit kerugian. Keberhasilan ini membuka jalan menuju Reims, di mana penobatan Charles VII akhirnya dilangsungkan pada 17 Juli 1429. Penobatan ini sangat penting secara simbolis untuk melegitimasi hak Charles atas tahta Perancis di hadapan rakyatnya.

Penangkapan, Pengadilan, dan Kematian

Pasca-penobatan, keberuntungan militer Jeanne mulai merosot akibat intrik politik di istana. Ia hanya diberi pasukan kecil untuk operasi lanjutan. Pada 23 Mei 1430, saat berupaya mempertahankan Compiègne dari pengepungan Inggris dan Burgundi, Jeanne ditangkap setelah bertahan sebagai orang terakhir yang meninggalkan medan tempur demi melindungi pasukannya.

Pihak Inggris mengadakan pengadilan yang kental dengan kepentingan politik dan mendakwa Jeanne atas tuduhan bidah (ajaran sesat). Di bawah perintah John dari Bedford, Jeanne dihukum bakar hidup-hidup di Rouen pada usia yang sangat muda, yakni 19 tahun.

Rehabilitasi dan Warisan Sejarah

Dua puluh empat tahun setelah kematiannya, pengadilan rehabilitasi dibuka kembali atas desakan ibunya, Isabelle, serta persetujuan Paus Kallixtus III. Proses ini secara resmi menggugurkan dakwaan bidah yang sebelumnya dituduhkan kepada Jeanne. Berabad-abad kemudian, pada 16 Mei 1920, Paus Benediktus XV secara resmi melakukan kanonisasi terhadap Jeanne d'Arc sebagai santa.

Warisan Jeanne d'Arc melampaui batas agama dan militer. Ia menjadi simbol identitas nasional Perancis yang digunakan oleh berbagai faksi politik dari zaman Napoleon hingga saat ini. Kehidupannya yang heroik sekaligus tragis telah menginspirasi banyak seniman besar seperti Shakespeare, Voltaire, Verdi, dan Mark Twain untuk mengabadikan kisahnya dalam berbagai karya sastra dan musik.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa peran utama Jeanne d'Arc dalam Perang Seratus Tahun?

Jeanne d'Arc berperan sebagai pemimpin militer dan pemberi semangat yang berhasil mengakhiri pengepungan Orléans hanya dalam sembilan hari dan mengantarkan Charles VII menuju penobatan di Reims.

Mengapa Jeanne d'Arc dihukum bakar hidup-hidup?

Ia dihukum oleh pihak Inggris atas dakwaan bidah (ajaran sesat) melalui sebuah pengadilan yang dianggap berbau politis setelah ia ditangkap di Compiègne.

Kapan Jeanne d'Arc dinobatkan sebagai santa?

Jeanne d'Arc dikanonisasi atau dinobatkan sebagai santa oleh Paus Benediktus XV pada tanggal 16 Mei 1920.

Apa julukan Jeanne d'Arc di Perancis?

Di Perancis, ia dijuluki La Pucelle, yang memiliki arti “sang dara” atau “sang perawan”.

Sumber referensi: Wikipedia