Piet Kraak
Pesepak bola dan pelatih sepak bola asal Belanda (1921-1984)

Piet Kraak (14 Februari 1921 – 28 April 1984) adalah seorang penjaga gawang dan manajer sepak bola asal Belanda yang dikenal karena ketangguhannya di area penalti serta kepemimpinannya yang sangat vokal di lapangan. Selama sebagian besar karier seniornya, ia menjadi ikon bagi klub Stormvogels dan merupakan salah satu penjaga gawang utama tim nasional Belanda di era pasca-Perang Dunia II.
Awal Karier dan Loyalitas di Stormvogels
Lahir dengan nama lengkap Pieter Cornelis Kraak di Alblasserdam, Holland Selatan, ia mulai mengenal dunia sepak bola saat bergabung dengan VSV dari Velsen pada tahun 1932. Namun, hanya berselang dua tahun, ia pindah ke departemen pemuda klub rival mereka, IJ.VV Stormvogels dari IJmuiden. Pilihan ini menjadi tonggak sejarah panjang, karena ia tetap menjadi anggota klub tersebut selama dua puluh tahun.
Kraak melakukan debut seniornya sebagai penjaga gawang tepat setelah berakhirnya Perang Dunia II untuk Stormvogels. Kemampuannya yang menonjol di bawah mistar gawang dengan cepat menarik perhatian nasional, menjadikannya pilihan utama bagi tim nasional Belanda di masa transisi tersebut.
Kiprah di Tim Nasional dan Olimpiade
Debut internasional Kraak terjadi pada 10 Maret 1946 dalam pertandingan pertama Belanda setelah perang berakhir. Menghadapi Luksemburg, tim Oranje berhasil meraih kemenangan telak 6–2. Secara total, Kraak mengoleksi 33 caps internasional, sebuah angka yang signifikan pada masa itu.
Puncak karier internasionalnya termasuk partisipasi dalam dua ajang olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade Musim Panas 1948 di London dan Olimpiade Musim Panas 1952 di Helsinki. Namun, karier internasionalnya sempat terhenti setelah kekalahan melawan Belgia pada 19 Oktober 1952. Kekalahan tersebut sebagian besar dikaitkan dengan kesalahan fatal yang dilakukannya, yang membuatnya tidak lagi dipanggil ke tim nasional untuk waktu yang cukup lama.
Fleksibilitas dan Peran sebagai Penyerang
Salah satu fakta unik dalam karier Piet Kraak adalah kemampuannya bermain di luar posisi penjaga gawang. Selama masih aktif bermain, ia terkadang muncul sebagai penyerang untuk Stormvogels. Hal ini terjadi secara mencolok pada Januari 1954 setelah ia absen selama beberapa bulan akibat cedera bahu.
Dalam pertandingan melawan Heracles, ia dimainkan sebagai penyerang dan berhasil membuktikan fleksibilitasnya dengan mencetak satu gol serta menyumbangkan satu assist. Meskipun demikian, gawang tetap menjadi habitat utamanya sepanjang karier profesional.
Baca Juga:
Rekor Pemain Tertua dan Masa Pensiun Singkat
Pada tahun 1954, Kraak pindah ke USV Elinkwijk. Dua tahun kemudian, ia sempat memutuskan untuk pensiun demi mengejar karier di luar lapangan sebagai manajer hotel di Zierikzee. Namun, kecintaannya pada sepak bola membawanya kembali. Pada Oktober 1956, ia kembali berdiri di antara tiang gawang Elinkwijk.
Kembalinya Kraak ke performa terbaik membuahkan panggilan kejutan ke tim nasional pada 4 November 1959. Di usia 38 tahun, pelatih nasional Elek Schwartz memanggilnya kembali setelah absen selama tujuh tahun untuk menghadapi Norwegia karena absennya kiper utama Eddy Pieters Graafland dan Frans de Munck. Penampilan ini menjadikannya pemain tertua yang pernah membela tim nasional Belanda, sebuah rekor yang bertahan sangat lama hingga akhirnya dipecahkan oleh Sander Boschker (usia 39 tahun) pada 1 Juni 2010.
Gaya Bermain: Sang Pemimpin Vokal
Di lapangan, Kraak bukan sekadar penjaga gawang yang mengandalkan refleks, melainkan seorang pemimpin yang mengomandoi pertahanan dengan keras. Rekan setimnya di Stormvogels, Piet Heilig, mengenang bahwa Kraak tidak memberikan instruksi biasa, melainkan perintah yang tegas atau komando.
Jurnalis olahraga Ed van Opzeeland bahkan pernah menggambarkan intensitas suaranya dengan ungkapan yang ikonik: "Piet Kraak adalah pria yang memiliki megafon di tempat orang lain memiliki pita suara." Karakter keras dan vokal inilah yang membuatnya sangat disegani oleh kawan maupun lawan.
Karier Kepelatihan dan Akhir Hayat
Setelah benar-benar gantung sepatu, Kraak melanjutkan dedikasinya di sepak bola sebagai manajer. Ia melatih beberapa klub di Belanda seperti Velox, sebelum akhirnya pindah ke Denmark. Di Denmark, ia menangani beberapa tim termasuk AaB (Aalborg Boldspilklub) dan Holbæk B&I.
Piet Kraak meninggal dunia pada usia 63 tahun di sebuah rumah sakit di Kopenhagen, Denmark, pada 28 April 1984. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berada dalam kondisi koma selama lebih dari dua tahun akibat serangan stroke yang dideritanya. Warisannya sebagai salah satu kiper paling berkarakter dalam sejarah sepak bola Belanda tetap dikenang melalui dedikasinya yang luar biasa bagi klub dan negara.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa pemegang rekor pemain tertua di Timnas Belanda sebelum Sander Boschker?
Piet Kraak memegang rekor sebagai pemain tertua yang pernah tampil untuk tim nasional Belanda sejak tahun 1959 hingga tahun 2010, saat rekornya dipecahkan oleh Sander Boschker.
Klub mana yang paling lama dibela oleh Piet Kraak?
Piet Kraak membela IJ.VV Stormvogels selama dua puluh tahun, sejak bergabung di tim pemuda pada 1934 hingga pindah ke Elinkwijk pada 1954.
Apakah Piet Kraak pernah bermain di Olimpiade?
Ya, Piet Kraak tercatat membela Belanda dalam dua edisi Olimpiade Musim Panas, yakni pada tahun 1948 di London dan 1952 di Helsinki.
Sumber referensi: Wikipedia