Ahmad Heryawan
Politisi Indonesia

Ahmad Heryawan (lahir 19 Juni 1966), atau yang lebih akrab disapa dengan akronim Aher, adalah seorang akademisi dan politisi senior Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat selama dua periode antara tahun 2008 hingga 2018. Dedikasinya dalam pelayanan publik membawa Jawa Barat meraih berbagai penghargaan nasional, sementara latar belakang akademis dan organisasinya membentuk karakter kepemimpinannya yang religius dan inklusif. Saat ini, ia aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 dan mengemban amanah sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berstatus sementara.
Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan
Lahir di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Ahmad Heryawan tumbuh dalam keluarga sederhana. Kedisiplinan dan kemandiriannya telah terasah sejak dini; saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah atas, Aher membantu perekonomian dengan menjajakan gorengan milik tetangganya di sepanjang perjalanan menuju sekolah. Pengalaman masa kecil ini membentuk etos kerja yang kuat dalam dirinya.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Selaawi 1 (lulus 1980), dilanjutkan ke SMP Negeri Sukaraja (lulus 1983), dan SMA Negeri 3 Sukabumi (lulus 1986). Ketekunannya dalam belajar membuahkan hasil berupa beasiswa penuh dari Kedutaan Besar Arab Saudi untuk melanjutkan studi di Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Ia menyelesaikan studinya pada tahun 1992 dengan predikat lulusan terbaik. Tidak berhenti di situ, Aher terus melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar Magister di bidang Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (2014) serta gelar Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis dari Universitas Padjadjaran (2018).
Awal Karier sebagai Akademisi dan Aktivis
Setelah lulus dari LIPIA, Ahmad Heryawan meniti karier sebagai pengajar dan mubaligh. Ia aktif memberikan kuliah di berbagai institusi seperti Ma’had Al Hikmah, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan Pusat Studi Islam Al Manar. Selain di dunia akademik, ia memiliki peran signifikan dalam organisasi kemasyarakatan, khususnya di Persatuan Umat Islam (PUI). Bergabung sejak 1991, ia dipercaya menjadi Ketua Umum PUI dari tahun 2004 hingga kini menjabat sebagai Ketua Majelis Syura PUI.
Baca Juga:
Karier Politik dan Kepemimpinan Legislatif
Persinggungannya dengan pergerakan tarbiyah menjadi pintu masuk Aher ke dunia politik praktis. Ia bergabung dengan Partai Keadilan (kini PKS) dan terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta selama dua periode sejak tahun 1999. Pada periode 2004–2009, ia menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Karier legislatifnya di ibu kota menjadi batu pijakan penting sebelum ia akhirnya dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah di tanah kelahirannya, Jawa Barat.
Sepuluh Tahun Memimpin Jawa Barat (2008–2018)
Kemenangan Ahmad Heryawan dalam Pilgub Jabar 2008 menandai dimulainya era kepemimpinannya di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia. Ia kembali terpilih pada Pilgub 2013 berpasangan dengan aktor kawakan Deddy Mizwar. Selama sepuluh tahun menjabat, Jawa Barat mencatatkan sedikitnya 150 penghargaan dari pemerintah pusat, termasuk Anugerah Pangripta Nusantara yang diraih lima kali berturut-turut hingga 2015.
Fokus Pembangunan: Pendidikan dan Infrastruktur
Aher mengalokasikan 20 persen APBD Jawa Barat untuk sektor pendidikan, yang digunakan untuk menggratiskan biaya pendidikan dasar dan menengah serta menekan biaya pendidikan tingkat atas. Ia juga memprakarsai pembangunan gedung penginapan di Pusat Dakwah Islam Bandung serta merencanakan penambahan perguruan tinggi negeri untuk meningkatkan rasio pendidikan bagi warga Jabar.
Di bidang infrastruktur, program unggulannya meliputi perbaikan jalan penghubung provinsi dan program "Jawa Barat Caang 2010" untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Ia juga menginisiasi proyek transportasi massal monorel dan penjajakan kerja sama infrastruktur dengan pihak internasional seperti Prancis.
Pelestarian Lingkungan dan Sungai Citarum
Salah satu tantangan terbesar selama masa jabatannya adalah polusi Sungai Citarum. Menanggapi julukan sungai terkotor di dunia, Aher mencanangkan program Citarum 10 km dengan target pembersihan air hingga kualitas layak minum. Ia bersikap tegas dengan memberikan sanksi pidana bagi industri yang terbukti membuang limbah kimia ke aliran sungai, didukung oleh alokasi dana sekitar 120 miliar rupiah serta kolaborasi dengan berbagai LSM.
Penguatan Sektor Pertanian
Sebagai lumbung pangan nasional, sektor pertanian mendapatkan perhatian khusus. Aher mendorong terbentuknya bank pertanian untuk memberikan kredit berbunga rendah bagi petani. Ia juga menggalakkan kembali industri kopi Jawa Barat dengan membagikan satu juta bibit kopi kepada petani di wilayah yang secara geografis sangat mendukung kualitas kopi premium.
Kiprah Nasional dan Peran di PKS
Pada Pemilu 2014, nama Ahmad Heryawan sempat mencuat sebagai kandidat potensial calon presiden dengan slogan "Super" (Security, Prosperity, and Religious). Meski akhirnya PKS berkoalisi mendukung pasangan Prabowo-Hatta, peran Aher tetap krusial sebagai tim sukses yang mengamankan suara di Jawa Barat.
Setelah purnatugas sebagai gubernur, Aher melanjutkan pengabdiannya di tingkat nasional. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Di saat yang bersamaan, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Presiden PKS sementara, menggantikan Ahmad Syaikhu yang maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja penghargaan utama yang diraih Ahmad Heryawan selama menjadi gubernur?
Selama masa jabatannya, ia menerima lebih dari 150 penghargaan, termasuk Anugerah Pangripta Nusantara untuk perencanaan pembangunan terbaik dan Satya Lencana Wirakarya di bidang pertanian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Apa kontribusi Ahmad Heryawan dalam menangani Sungai Citarum?
Aher mencanangkan program pembersihan sungai, mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi, dan berani mengambil langkah hukum dengan mempidanakan industri yang membuang limbah kimia ke sungai tersebut.
Apa jabatan Ahmad Heryawan saat ini?
Ahmad Heryawan saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berstatus sementara.
Sumber referensi: Wikipedia