simple hit counter

Ahrie Sonta Nasution

Kepala Divisi Hukum Polri dan Mantan Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Ahrie Sonta Nasution (lahir 2 April 1981) adalah seorang perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang saat ini mengemban amanat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri sejak 3 Oktober 2026. Ia dikenal luas sebagai sosok perwira dengan karier cemerlang, mencatatkan diri sebagai inspektur jenderal termuda di jajaran kepolisian pada saat kenaikan pangkatnya. Sebelum menjabat sebagai Kadivkum, Ahrie pernah dipercaya sebagai sekretaris pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Latar Belakang dan Pendidikan

Lahir di Bandung, Ahrie Sonta Nasution meniti pendidikan kepolisian melalui Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus sebagai angkatan 2002. Dedikasinya dalam dunia pendidikan terlihat dari berbagai gelar akademis yang diraihnya. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Palembang (2003) dan Sarjana Ilmu Kepolisian dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) pada tahun 2009. Fokus studinya kala itu berkaitan dengan manajemen lalu lintas, khususnya mengenai layanan Traffic Management Centre (TMC) di Polda Metro Jaya.

Haus akan ilmu, Ahrie melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Diponegoro. Puncak pencapaian akademisnya terjadi pada tahun 2018 ketika ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Disertasinya mengangkat topik yang sangat krusial bagi institusi, yakni mengenai reformasi kultur kepolisian. Selain pendidikan formal, Ahrie juga aktif mengikuti berbagai pelatihan internasional, termasuk di Akademi Kepolisian Belanda, pelatihan analisis TKP di Münster, Jerman, serta pendidikan di Joint Special Operations University, Amerika Serikat.

Awal Karier dan Tugas Lapangan

Ahrie memulai pengabdiannya di Polda Jawa Barat sebelum berpindah tugas ke Sumatera Selatan. Di sana, ia memegang jabatan strategis seperti Kanit Identifikasi Kendaraan Polres Palembang dan Kasat Lantas di Polres Musi Banyuasin (2005-2006). Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika ia berani mencegat truk derek yang mengangkut mobil dinas Gubernur Aceh di jalan lintas Palembang-Jambi demi menegakkan prosedur.

Kariernya terus menanjak saat ia menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sidoarjo. Di wilayah ini, ia menangani berbagai kasus kecelakaan besar dan dipercaya memimpin operasional pusat manajemen preventif di bawah kepemimpinan Kapolres M. Iqbal. Setelah bertugas di Jawa Timur, Ahrie dipromosikan menjadi Komisaris Polisi (Kompol) pada 2014 dan mulai terlibat dalam operasi-operasi yang lebih kompleks.

Penugasan Khusus dan Pengungkapan Kasus Besar

Pada Oktober 2018, Ahrie diangkat sebagai Kepala Unit di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Dalam waktu singkat, ia berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba berskala internasional. Pengalamannya di lapangan juga membawanya ke Papua sebagai bagian dari Operasi Khusus Nemangkawi untuk menangani gerakan separatis.

Baca Juga:

Nama Ahrie Sonta semakin dikenal publik saat ia terlibat langsung dalam tim penangkapan buronan kelas kakap, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020. Tak lama setelah aksi heroik tersebut, ia dipromosikan menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepemimpinan di Tanjung Priok dan Kedekatan dengan Pimpinan

Selama memimpin Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Ahrie menghadapi tantangan pandemi COVID-19 dengan meluncurkan program inovatif seperti #PriokBermasker dan Kampung Tangguh Jaya. Ia juga berada di barisan terdepan dalam evakuasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu, bahkan mendirikan posko darurat untuk keluarga korban di kawasan JICT.

Titik balik penting dalam kariernya terjadi pada Januari 2021. Ahrie menjadi satu-satunya perwira menengah yang mendampingi Listyo Sigit Prabowo dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di DPR RI. Kehadirannya dipandang sebagai representasi generasi muda Polri yang berprestasi. Setelah Listyo Sigit resmi menjadi Kapolri, Ahrie diangkat menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri dan meraih kenaikan pangkat luar biasa menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), menjadikannya yang pertama di angkatan Akpol 2002 yang meraih pangkat tersebut.

Ajudan Presiden dan Menjadi Jenderal Termuda

Kepercayaan terhadap kapasitas Ahrie terus meningkat. Pada Oktober 2024, ia terpilih melalui seleksi ketat untuk menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur kepolisian. Kariernya terus melesat dengan promosi menjadi Brigadir Jenderal pada 6 Oktober 2025, dan setahun kemudian resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (bintang dua) pada 25 September 2026.

Pencapaian ini menempatkan Ahrie sebagai Inspektur Jenderal termuda di Polri. Pada 3 Oktober 2026, di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto, Ahrie Sonta Nasution resmi dilantik sebagai Kepala Divisi Hukum Polri. Selain prestasi administratif dan operasional, Ahrie juga dikenal publik karena sikapnya yang responsif di media sosial, di mana ia sering memantau dan menanggapi laporan warga terkait kinerja kepolisian secara langsung.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa jabatan Ahrie Sonta Nasution saat ini?

Saat ini, Irjen Pol. Ahrie Sonta Nasution menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, jabatan yang mulai diembannya sejak 3 Oktober 2026.

Mengapa Ahrie Sonta Nasution disebut sebagai jenderal termuda?

Ahrie mendapatkan pangkat Inspektur Jenderal pada usia 45 tahun di tahun 2026, menjadikannya perwira pertama dari angkatan Akpol 2002 yang meraih pangkat bintang dua dan merupakan yang termuda di jajarannya saat itu.

Apa peran Ahrie Sonta dalam penangkapan Djoko Tjandra?

Ahrie merupakan bagian dari tim khusus Bareskrim Polri yang ikut serta dalam operasi penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia pada Juli 2020.

Pernahkah Ahrie Sonta menjadi ajudan presiden?

Ya, Ahrie Sonta Nasution pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto dari korps kepolisian setelah melalui proses seleksi pada Oktober 2024.

Sumber referensi: Wikipedia