Eddy Santana Putra
Politisi Indonesia

Eddy Santana Putra (lahir 20 Januari 1957) adalah seorang politikus terkemuka asal Indonesia yang mencatatkan sejarah sebagai wali kota termuda di Palembang pada era Republik Indonesia. Dikenal sebagai figur yang memiliki akar kuat di Sumatera Selatan, ia merupakan putra daerah dengan latar belakang keluarga yang berasal dari Sungai Pinang (Ogan Ilir) dan Rasuan Baru (Madang Suku II, Ogan Komering Ulu Timur). Karier politik dan pengabdiannya mencakup kepemimpinan di tingkat daerah hingga keterlibatannya di parlemen nasional sebagai anggota DPR RI.
Latar Belakang Pendidikan dan Keahlian Teknik
Lahir dan besar di lingkungan yang mengutamakan pendidikan, Eddy menempuh pendidikan dasarnya di SD YKKP (Pusri) Palembang dan lulus pada tahun 1969. Ia melanjutkan studinya di SMP YSPP (Pusri) dan SMA Xaverius 1 Palembang. Kedekatannya dengan dunia pembangunan infrastruktur mulai terbentuk saat ia memilih mendalami ilmu teknik.
Eddy merupakan alumnus Universitas Sriwijaya (UNSRI) di mana ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil pada tahun 1984. Ketertarikannya pada manajemen sumber daya air membawanya untuk menempuh pendidikan pascasarjana di Bandung pada bidang Teknis Pengairan (1990-1991), serta melanjutkan studi S2 Teknik Sipil dengan spesialisasi Manajemen Sumber Daya Air di almamaternya, Universitas Sriwijaya, pada periode 2001-2004.
Rekam Jejak di Dinas Pekerjaan Umum
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Eddy Santana Putra membangun karier yang solid sebagai birokrat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ia mengawali perannya sebagai Kasubsi Pembangunan Irigasi di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 1986. Keahlian teknisnya dalam hal pengairan membuatnya dipercaya memimpin berbagai proyek penting di Sumatera Selatan.
Beberapa tanggung jawab strategis yang pernah diembannya antara lain menjadi Pemimpin Proyek (Pimpro) pengembangan rawa dan reklamasi di Kotamadya Palembang serta Pimpro peningkatan situs Kerajaan Sriwijaya pada pertengahan 1990-an. Karier birokrasinya mencapai puncaknya di tingkat kota saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (1998-2001) dan kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Palembang pada tahun 2002.
Baca Juga:
Kepemimpinan sebagai Wali Kota Palembang
Eddy Santana Putra terpilih menjadi Wali Kota Palembang dan menjabat selama dua periode, yakni 2003-2008 dan 2008-2013. Salah satu pencapaian yang paling diingat oleh masyarakat adalah langkah beraninya dalam menata infrastruktur dan estetika kota. Ia berhasil melakukan penertiban di pasar tradisional 16 Ilir yang berlokasi di pinggiran Jembatan Ampera, sebuah area yang sebelumnya dikenal semrawut namun krusial bagi denyut nadi ekonomi kota.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Eddy juga aktif dalam organisasi sosial dan kepemudaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua FKPPI dan dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Palembang. Reputasinya di tingkat daerah juga diakui secara nasional saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada periode 2008-2012.
Karier di Tingkat Nasional
Setelah menyelesaikan masa jabatannya di Palembang, dedikasi Eddy di ranah publik berlanjut ke tingkat nasional. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019-2024. Di parlemen, ia membawa pengalaman panjangnya sebagai praktisi teknik dan kepala daerah untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan di tingkat pusat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa pencapaian utama Eddy Santana Putra saat menjabat Wali Kota Palembang?
Salah satu pencapaian utamanya adalah melakukan penataan dan penertiban kawasan Pasar 16 Ilir di dekat Jembatan Ampera untuk meningkatkan keteraturan dan estetika kota Palembang.
Apa latar belakang pendidikan Eddy Santana Putra?
Eddy adalah pakar teknik sipil lulusan Universitas Sriwijaya. Ia juga memiliki spesialisasi dalam manajemen sumber daya air dan pengembangan daerah rawa melalui pendidikan pascasarjana di Bandung dan Palembang.
Organisasi apa saja yang pernah dipimpin oleh Eddy Santana Putra?
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua FKPPI, Ketua Dewan Pengurus APEKSI (2008-2012), dan memiliki peran aktif dalam berbagai organisasi pemuda di Sumatera Selatan.
Sumber referensi: Wikipedia