Fadjroel Rachman

Politikus dan diplomat asal Indonesia

Biografi Fadjroel Rachman: Dari Aktivis Mahasiswa hingga Duta Besar
Biografi Fadjroel Rachman: Dari Aktivis Mahasiswa hingga Duta Besar

Fadjroel Rachman (lahir 17 Januari 1964) adalah seorang akademisi, diplomat, dan mantan aktivis mahasiswa Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan. Sosoknya dikenal luas dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia sebagai salah satu aktivis vokal yang menentang rezim Orde Baru hingga sempat mendekam di balik jeruji besi di berbagai penjara dengan pengamanan ketat.

Latar Belakang dan Silsilah Keluarga

Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mochammad Fadjroel Rachman memiliki latar belakang keluarga yang kental dengan nilai sejarah dan budaya. Ia memiliki darah campuran Banjar dan Bugis. Secara silsilah, ia merupakan cicit dari Pangeran Abdurrahman Kasuma, Pejabat Raja Kerajaan Pulau Laut ke-V, yang merupakan keturunan langsung dari Sultan Sulaiman Al-Mutamidullah, Sultan Banjar ke-11 yang memerintah pada awal abad ke-19.

Prestasi akademiknya sudah menonjol sejak masa kecil, di mana ia menyandang predikat Pelajar Teladan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di seluruh Kalimantan Selatan. Bakat intelektual inilah yang kemudian membawanya merantau ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Aktivisme Mahasiswa dan Masa Penjara

Fadjroel memulai pendidikan tingginya di ITB pada jurusan Kimia. Namun, perjalanannya di kampus tersebut terhenti secara paksa ketika ia dikeluarkan pada tahun 1989. Penyebab utamanya adalah keterlibatannya dalam Peristiwa Lima Agustus 1989, sebuah aksi protes mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Jenderal (Purn) Rudini, serta menyuarakan tuntutan agar Presiden Soeharto turun dari jabatannya.

Akibat keberaniannya, Fadjroel harus menjalani masa hukuman di berbagai lembaga pemasyarakatan. Ia dipindahkan dari satu penjara ke penjara lainnya, mulai dari Rumah Tahanan Militer Bakorstanasda Jawa Barat, Penjara Kebonwaru, hingga ke penjara dengan pengamanan maksimal di Pulau Nusakambangan, tepatnya di Penjara Batu. Ia juga sempat mendekam di Penjara Sukamiskin, tempat bersejarah di mana Ir. Soekarno pernah dipenjarakan oleh kolonial Belanda.

Pendidikan Lanjutan dan Karier Akademik

Meskipun pernah mengalami masa pemenjaraan, Fadjroel tetap gigih mengejar pendidikan. Atas rekomendasi wartawan senior Mochtar Lubis, ia melanjutkan studi Manajemen Keuangan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar Magister Hukum (Ekonomi) dengan predikat Cum Laude dan kemudian menyelesaikan program Doktoral dalam bidang Ilmu Komunikasi Politik di FISIP Universitas Indonesia.

Baca Juga:

Kiprah Profesional dan Peran di Pemerintahan

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Fadjroel dikenal publik sebagai pengamat politik yang kritis. Karier profesionalnya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimulai saat ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada periode 2015-2020. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo telah terjalin sejak ia menjadi bagian dari tim sukses pada pemilihan presiden 2014. Kepercayaan tersebut berlanjut pada periode kedua pemerintahan Jokowi, di mana ia diangkat menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden pada Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).

Menjadi Diplomat dan Karya Literasi

Pada 25 Oktober 2021, Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan. Penugasan diplomatik ini menandai babak baru dalam pengabdiannya kepada negara. Di luar dunia politik, ia juga seorang penulis yang produktif dengan beberapa karya seperti penelitian disertasi Indonesia Memilih Presiden dan antologi puisi Trilogi Nusakambangan.

Atas dedikasinya, ia dianugerahi gelar adat "I Palattui Daeng Manrapi" dari Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone. Gelar ini mencerminkan sosok cendekiawan dan pemikir yang bijaksana dalam menyampaikan kebenaran demi kepentingan tanah air.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa jabatan Fadjroel Rachman saat ini?

Fadjroel Rachman saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan sejak dilantik pada 25 Oktober 2021.

Mengapa Fadjroel Rachman pernah dipenjara?

Ia dipenjara pada masa Orde Baru karena aktivitas aktivismenya sebagai mahasiswa ITB, khususnya keterlibatannya dalam Aksi 5 Agustus 1989 yang menentang pemerintahan Presiden Soeharto.

Apa latar belakang pendidikan Fadjroel Rachman?

Ia menempuh pendidikan Kimia di ITB (tidak tamat karena dikeluarkan), kemudian meraih gelar S1 Manajemen Keuangan UI, Magister Hukum UI, dan Doktor Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia.

Sumber referensi: Wikipedia