Folquet de Marseille
Trobadour dan Uskup Toulouse Anti-Cathar

Folquet de Marseille (sekitar 1150 – 25 Desember 1231) adalah seorang tokoh abad pertengahan yang unik, bertransformasi dari seorang penyair cinta atau trobadour terkenal menjadi seorang biarawan Sistersien dan akhirnya menjabat sebagai Uskup Toulouse. Lahir dari keluarga pedagang asal Genoa yang menetap di Marseille, kehidupan Folquet mencerminkan pergeseran radikal dari dunia seni sekuler ke garis depan perjuangan gerejawi melawan gerakan ajaran sesat di wilayah Languedoc.
Karier Sebagai Trobadour Terkemuka
Folquet mulai menggubah lagu pada tahun 1170-an dan segera dikenal luas di kalangan bangsawan Eropa. Ia menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh besar pada zamannya, termasuk Barral dari Marseille, Richard si Hati Singa, Alfonso VIII dari Kastilia, dan Raymond-Roger dari Foix. Karya-karyanya, yang sebagian besar bertema cinta (cansos), sangat dikagumi bahkan oleh Dante Alighieri yang memujinya dalam karyanya. Sebanyak 14 cansos, satu tenson, satu ratapan, satu invektif, dan tiga lagu perang salib karyanya masih bertahan hingga hari ini.
Meskipun biografi tradisional trobadour (vidas) sering kali membumbui kisahnya dengan perselingkuhan romantis bersama wanita bangsawan—seperti tuduhan yang menyebabkan William VIII dari Montpellier menceraikan istrinya—bukti sejarah menunjukkan bahwa kehidupan awal Folquet jauh lebih bersahaja. Rekan sezamannya, John of Garlande, mendeskripsikannya sebagai warga kelas menengah yang dihormati karena keluarga dan rumah tangganya yang terpandang.
Transformasi Spiritual dan Kehidupan Membiara
Sekitar tahun 1195, Folquet mengalami konversi religius yang mendalam. Ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan lamanya yang penuh kemasyhuran dan kekayaan untuk bergabung dengan Ordo Sistersien yang sangat ketat di biara Thoronet. Keputusan ini tidak hanya melibatkan dirinya sendiri; ia juga menempatkan istri dan kedua putranya ke dalam institusi monastik. Karier gerejawinya menanjak cepat ketika ia terpilih menjadi abbot (kepala biara) di Thoronet, sebuah posisi yang memungkinkannya membantu mendirikan rumah saudara bagi biarawati di Géménos, yang kemungkinan besar menjadi tempat istrinya menjalani kehidupan religius.
Masa Jabatan sebagai Uskup Toulouse
Pada tahun 1205, Folquet terpilih sebagai Uskup Toulouse atas dukungan para utusan kepausan. Penunjukannya terjadi pada masa yang penuh gejolak ketika Paus Innosensius III sangat khawatir dengan meluasnya ajaran Cathar dan korupsi di kalangan uskup di Languedoc. Sebagai uskup, Folquet mengambil peran yang sangat aktif dan agresif dalam memberantas bidah. Ia mendirikan biara Prouille pada tahun 1206 sebagai komunitas religius Katolik bagi perempuan untuk menandingi komunitas serupa milik penganut Cathar.
Folquet juga merupakan pendukung awal Santo Dominikus. Ia berpartisipasi dalam misi khotbah awal yang dipimpin oleh Diego dari Osma dan terus memberikan dukungan finansial serta properti bagi para pengikut Dominikus. Dukungan inilah yang menjadi landasan berdirinya Ordo Pengkhotbah (Dominikan) yang secara resmi diakui melalui surat keuskupan Folquet pada tahun 1215.
Baca Juga:
Peran dalam Perang Salib Albigensia
Hubungan Folquet dengan rakyat di keuskupannya sering kali tegang, terutama karena dukungannya terhadap Perang Salib Albigensia. Bagi penduduk setempat, perang ini sering dipandang sebagai agresi asing dari utara Prancis. Konflik mencapai puncaknya ketika Count Raymond VI dari Toulouse diekskomunikasi oleh Paus atas pembunuhan utusan kepausan, Pierre de Castelnau.
Folquet terlibat dalam konflik bersenjata di dalam kota Toulouse dengan mendukung faksi Persaudaraan Putih yang pro-Katolik. Pada tahun 1211, setelah diancam akan dibunuh oleh Count Raymond, ia melarikan diri dari Toulouse dan bergabung dengan tentara salib di Lavaur. Selama bertahun-tahun kemudian, ia hidup dalam pengasingan, berkhotbah untuk menggalang dukungan bagi Perang Salib di Prancis Utara dan Negara-Negara Rendah. Ia hadir pada Pertempuran Muret tahun 1213, di mana ia memberkati pasukan salib yang akhirnya mengalahkan pasukan Raja Aragon.
Tahun-Tahun Terakhir dan Warisan
Setelah bertahun-tahun berada di luar keuskupannya untuk membantu tentara salib dan urusan gereja, Folquet baru benar-benar bisa kembali menetap di Toulouse setelah Perdamaian Paris tahun 1229 mengakhiri perang salib. Di masa senjanya, ia fokus membangun institusi untuk memperkuat iman Katolik, termasuk membantu pendirian Universitas Toulouse dan mengelola Inkuisisi Episkopal yang baru dibentuk.
Folquet de Marseille wafat pada hari Natal tahun 1231. Ia dimakamkan di biara Grandselves dekat Toulouse, di samping makam William VII dari Montpellier. Ironisnya, kedua putranya, Ildefonsus dan Petrus, juga pernah menjabat sebagai abbot di biara tersebut. Warisannya tetap hidup melalui karya sastra trobadournya yang diakui dunia dan perannya sebagai arsitek pertahanan Gereja Katolik di Languedoc pada masa abad pertengahan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa kontribusi terbesar Folquet de Marseille bagi sastra?
Folquet dikenal karena menggubah 14 lagu cinta (cansos) yang sangat berpengaruh dan dipuji oleh penyair besar Dante Alighieri dalam Divine Comedy.
Mengapa Folquet de Marseille terlibat dalam Perang Salib Albigensia?
Sebagai Uskup Toulouse, ia merasa berkewajiban untuk memberantas ajaran Cathar yang dianggap bidah oleh Gereja Katolik, sehingga ia menjadi pendukung utama aksi militer terhadap pengikut ajaran tersebut.
Apa hubungan Folquet de Marseille dengan Ordo Dominikan?
Folquet adalah pelindung utama Santo Dominikus; ia memberikan tanah, dana dari persepuluhan, dan dukungan resmi yang memungkinkan berdirinya ordo pengkhotbah tersebut di Toulouse.
Sumber referensi: Wikipedia