Forkorus Yaboisembut
Ketua Dewan Adat Papua
Forkorus Yaboisembut (lahir 5 Februari 1955) adalah seorang tokoh adat terkemuka yang menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Papua (DAP). Dalam perjalanannya, Forkorus dikenal sebagai figur yang vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat adat serta terlibat aktif dalam berbagai inisiatif yang berkaitan dengan dinamika sosial dan politik di Papua.
Keterlibatan dalam Dialog Damai Jakarta-Papua
Salah satu kontribusi signifikan Forkorus dalam upaya penyelesaian konflik di Papua terlihat pada pertengahan tahun 2011. Pada 7 Juli 2011, ia berpartisipasi dalam penyusunan Deklarasi Perdamaian Papua. Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian 'Dialog Jakarta-Papua' yang difasilitasi oleh akademisi dan tokoh agama, yakni Dr. Muridan Widjojo dan Dr. Neles Tebay.
Keterlibatan Forkorus dalam dialog tersebut menunjukkan perannya sebagai representasi masyarakat adat yang berupaya mencari jalan tengah melalui jalur komunikasi formal antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, dinamika perjuangannya kemudian bergeser ke arah yang lebih kontroversial dalam pandangan hukum negara.
Baca Juga:
Peran dalam Kongres Rakyat Papua III
Nama Forkorus Yaboisembut menjadi sorotan nasional dan internasional saat berlangsungnya Kongres Rakyat Papua (KRP) III pada Oktober 2011 di Abepura, Papua. Dalam kongres tersebut, ia memegang peran sentral. Pada Senin, 17 Oktober 2011, Presiden Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA), melalui pandangan politik yang dibacakan oleh Frans Kapisa, merekomendasikan Forkorus Yaboisembut untuk menduduki posisi presiden dalam struktur yang mereka usulkan, yakni Republik Demokratik Papua Barat.
Selain Forkorus, kongres tersebut juga merekomendasikan Edison Waromi, yang saat itu menjabat sebagai Presiden ONPB, untuk menjadi Perdana Menteri. Rekomendasi ini menandai eskalasi politik yang signifikan dalam gerakan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh adat dan aktivis di Papua.
Deklarasi di Lapangan Zakeus dan Dampak Hukum
Puncak dari keterlibatan Forkorus terjadi pada 19 Oktober 2011 di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Papua. Di lokasi tersebut, ia bersama sejumlah aktivis lainnya mendeklarasikan berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB). Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap kedaulatan negara, sehingga aparat keamanan segera melakukan penangkapan.
Forkorus Yaboisembut kemudian ditahan bersama empat aktivis Papua lainnya, yakni Edison Waromi, Agust Kraar, Selpus Bobii, dan Dominikus Surabut. Atas keterlibatannya dalam deklarasi tersebut, Forkorus didakwa melakukan tindak pidana makar. Majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepadanya. Setelah menjalani masa hukuman, Forkorus akhirnya bebas dari tahanan bersama rekan-rekannya, namun namanya tetap tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pergerakan politik kontemporer di Papua.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Forkorus Yaboisembut?
Forkorus Yaboisembut adalah Ketua Dewan Adat Papua yang lahir pada 5 Februari 1955 dan dikenal sebagai tokoh pergerakan politik di Papua.
Mengapa Forkorus Yaboisembut dipenjara?
Ia dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan makar setelah mendeklarasikan berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat dalam Kongres Rakyat Papua III pada Oktober 2011.
Siapa saja tokoh yang ditahan bersama Forkorus pada 2011?
Tokoh yang ditahan bersamanya meliputi Edison Waromi, Agust Kraar, Selpus Bobii, dan Dominikus Surabut.
Sumber referensi: Wikipedia