Jacob Awad

Patriark Maronit Antiokhia

Jacob Awad (lahir di Hasroun, Lebanon – meninggal pada 12 Februari 1733) adalah seorang pemimpin agama terkemuka yang menjabat sebagai Patriark Maronit Antiokhia ke-59. Dalam literatur Latin, ia sering disebut sebagai Iacobus Petrus Evodius Hasruensis. Masa kepemimpinannya ditandai dengan berbagai tantangan internal yang signifikan, mulai dari konspirasi para uskup hingga keterlibatan langsung Tahta Suci di Roma untuk memulihkan kedudukannya.

Pendidikan dan Awal Karier

Jacob Awad lahir di Hasroun, Lebanon. Ia merupakan seorang intelektual yang menghabiskan waktu selama tiga belas tahun untuk menimba ilmu di Roma. Sekembalinya ke Lebanon, ia mengabdi sebagai sekretaris bagi Patriark Estephan El Douaihy, seorang tokoh besar dalam sejarah Gereja Maronit. Kepercayaan yang diberikan El Douaihy memuncak pada tahun 1698 ketika Jacob ditahbiskan sebagai Uskup (Eparkh) Tripoli.

Karier gerejawinya terus menanjak hingga pada 6 November 1705, ia terpilih sebagai Patriark oleh para uskup yang berkumpul di kediaman patriarkal Biara Qannubin di Lembah Kadisha. Pemilihannya dikonfirmasi oleh Paus Klemens XI pada 21 Februari 1706 melalui bulla kepausan Romans pontificis, dan ia menerima pallium—lambang otoritas yurisdiksi kepausan—pada 8 Februari 1708.

Konflik dan Penggulingan Takhta

Meskipun terpilih secara sah, kepemimpinan Jacob Awad mendapat tentangan keras dari sejumlah uskup. Para penentang ini menyebarkan desas-desus mengenai perilaku yang tidak dapat diterima di kediamannya di Biara Qannubin. Rumor ini berkembang menjadi skandal besar yang memicu perpecahan di internal gereja.

Atas saran dari beberapa misionaris Latin, khususnya biarawan Karmelit bernama Elias Giacinto, para uskup memanggil Jacob Awad untuk menjalani persidangan singkat di Gereja Saint Serge dan Bacchus di Rayfoun pada Mei 1710. Dalam persidangan tersebut, ia dinyatakan bersalah dan digulingkan dari jabatannya. Sebagai gantinya, Youssef Moubarak Al Rayfouni, Uskup Saida, terpilih sebagai patriark baru, sementara Awad diasingkan ke Biara Bunda Maria Louiaze.

Baca Juga:

Intervensi Vatikan dan Restorasi

Perselisihan ini akhirnya sampai ke telinga otoritas di Roma. Para penentang Awad mengirim Georges Benjamin, Uskup Ehden, ke Roma untuk mendapatkan persetujuan Paus atas penggulingan tersebut. Namun, pada 16 Desember 1710, Kongregasi Propaganda Fide justru mengeluarkan keputusan yang memenangkan Jacob Awad. Tahta Suci merasa terkejut dengan tuduhan serius dan prosedur tidak lazim yang digunakan oleh sinode Gereja Maronit untuk menggulingkan seorang patriark.

Vatikan kemudian mengutus Fra Laurent de Saint-Laurent untuk memulihkan kedudukan Awad. Meskipun secara formal dipulihkan pada 13 Agustus 1711, Awad sempat mengundurkan diri sebagai langkah kompromi untuk meredakan ketegangan. Namun, ia mendapat dukungan tak terduga dari Konsul Prancis di Lebanon, Poullard, dan seorang imam muda Maronit di Roma, Giuseppe Simone Assemani.

Setelah melalui persidangan panjang di Roma dari tahun 1712 hingga 1713, Vatikan secara resmi menolak pengunduran diri Awad dan memerintahkan pengangkatannya kembali. Elias Giacinto, yang dianggap sebagai sumber fitnah, dijatuhi hukuman. Jacob Awad akhirnya kembali ke Biara Qannubin pada Januari 1714 setelah kematian Youssef Moubarak.

Masa Kepemimpinan Akhir dan Warisan

Setelah kembali menjabat, Jacob Awad menunjukkan loyalitas yang teguh kepada Gereja Katolik Roma, yang membuahkan pujian dari Paus Klemens XI bagi seluruh bangsa Maronit pada tahun 1714. Selama masa jabatannya, ia juga dikenal karena kedermawanannya dalam membantu umat Katolik Melkite yang menghadapi penganiayaan setelah skisma tahun 1724.

Jacob Awad menghembuskan napas terakhirnya di Biara Mar Challita, Kisrawan, pada 12 Februari 1733 setelah memimpin selama hampir 28 tahun. Ia dikenang sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi intrik politik gereja dan tetap setia pada prinsipnya hingga akhir hayat.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa sebenarnya Jacob Awad?

Jacob Awad adalah Patriark Maronit Antiokhia ke-59 yang menjabat dari tahun 1705 hingga 1733. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Uskup Tripoli.

Mengapa Jacob Awad sempat digulingkan dari jabatannya?

Ia digulingkan pada tahun 1710 karena tuduhan perilaku tidak pantas yang disebarkan oleh sekelompok uskup yang menentangnya. Namun, penyelidikan Vatikan kemudian membuktikan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah.

Bagaimana peran Vatikan dalam kasus Jacob Awad?

Vatikan, melalui Paus Klemens XI dan Kongregasi Propaganda Fide, menolak penggulingan Awad, melakukan persidangan ulang, dan akhirnya memerintahkan restorasinya sebagai Patriark yang sah pada tahun 1713-1714.

Sumber referensi: Wikipedia