Marty Natalegawa
Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17

Marty Natalegawa (lahir 22 Maret 1963) adalah seorang diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia dikenal sebagai sosok diplomat intelektual yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperkuat posisi diplomasi Indonesia, baik di tingkat regional ASEAN maupun di forum global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Latar Belakang dan Pendidikan Internasional
Lahir di Bandung dengan nama lengkap Dr. (H.C.) Rd. Mohammad Marty Muliana Natalegawa, ia merupakan putra bungsu dari pasangan Sonson Natalegawa dan Siti Komariyah. Meskipun lahir di Bandung, Marty menghabiskan sebagian masa kecilnya di Tokyo, Jepang, mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai karyawan Bank Indonesia. Setelah tiga tahun di Jepang, ia kembali ke Jakarta dan menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kris pada tahun 1974.
Pendidikan Marty selanjutnya sangat kental dengan nuansa internasional. Sejak usia sembilan tahun, ia sudah dikirim untuk bersekolah di luar negeri, mulai dari Singapore International School pada 1974. Ia kemudian melanjutkan sekolah asrama di Inggris, tepatnya di Ellesmere College dan Concord College hingga tahun 1981. Tradisi akademik Inggris ia teruskan hingga jenjang perguruan tinggi, di mana ia meraih gelar Bachelor of Science (BSc) dengan predikat Honours dalam bidang Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science (LSE) pada tahun 1984.
Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan Master of Philosophy (M.Phil) di Corpus Christi College, Universitas Cambridge. Untuk jenjang doktoral, Marty beralih ke Australia dan berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Hubungan Internasional dari Australian National University (ANU) pada tahun 1993. Kapasitas intelektualnya kemudian diakui lebih luas ketika ia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Macquarie, Sydney, pada Juli 2013.
Awal Karier dan Juru Bicara Kemenlu
Marty Natalegawa memulai pengabdiannya di Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri) pada tahun 1986. Tugas pertamanya adalah sebagai staf di Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Luar Negeri hingga tahun 1990. Nama Marty mulai dikenal publik secara luas pada awal tahun 2000-an ketika ia ditunjuk sebagai juru bicara Departemen Luar Negeri periode 2002–2005. Dalam peran ini, ia menjadi wajah diplomasi Indonesia yang piawai dalam berkomunikasi dan menjelaskan kebijakan luar negeri negara di tengah dinamika politik global.
Baca Juga:
Kiprah Diplomatik di London dan New York
Karier diplomatik Marty terus menanjak dengan penugasannya di luar negeri. Pada 11 November 2005, ia dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Britania Raya dan Republik Irlandia, menggantikan Juwono Sudarsono. Tugas ini ia jalani hingga September 2007, sebelum akhirnya dipercaya mengemban misi yang lebih besar di New York.
Sebagai Duta Besar RI untuk PBB periode 2007–2009, Marty mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi salah satu orang Indonesia yang pernah menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB. Selama masa jabatannya di PBB, ia terlibat aktif dalam berbagai negosiasi penting, termasuk dialog trilateral terkait Timor Timur dan memimpin delegasi Indonesia untuk berbagai konferensi internasional di bawah naungan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok.
Menteri Luar Negeri Indonesia (2009–2014)
Puncak karier birokrasinya tercapai pada 22 Oktober 2009, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai Menteri Luar Negeri RI ke-17 menggantikan Hassan Wirajuda. Sebagai Menlu, Marty memimpin diplomasi Indonesia dengan fokus pada penguatan sentralitas ASEAN. Sebelumnya, ia memang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN pada periode 2003–2005.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai menteri pada Oktober 2014, kontribusi Marty di kancah global tidak berhenti. Pada April 2015, ia terpilih menjadi anggota panel tingkat tinggi PBB dalam 'Respons Global Terhadap Krisis Kesehatan' yang diketuai oleh mantan Presiden Tanzania, Jakaya Mrisho Kikwete. Penunjukan ini menunjukkan bahwa keahliannya tetap diakui oleh komunitas internasional bahkan setelah tidak lagi menjabat secara resmi di pemerintahan.
Kehidupan Pribadi
Di balik karier diplomatiknya yang cemerlang, Marty Natalegawa adalah seorang suami dan ayah. Ia menikah dengan Sranya Bamrungphong, seorang wanita asal Thailand. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Raden Siti Annisa Nadia Natalegawa, Raden Mohammad Anantha Prasetya Natalegawa, dan Raden Mohammad Andreyka Ariif Natalegawa.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa latar belakang pendidikan Marty Natalegawa?
Marty memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat di bidang hubungan internasional, menempuh studi di LSE (Inggris) untuk gelar sarjana, Universitas Cambridge (Inggris) untuk gelar master, dan meraih gelar doktor dari Australian National University (Australia).
Jabatan apa saja yang pernah dipegang Marty Natalegawa sebelum menjadi Menteri?
Sebelum menjabat menteri, ia pernah menjadi Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia, serta Duta Besar RI untuk PBB.
Kapan Marty Natalegawa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri?
Marty Natalegawa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dari 20 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 di bawah Kabinet Indonesia Bersatu II.
Siapa istri dan anak-anak Marty Natalegawa?
Istrinya bernama Sranya Bamrungphong yang berasal dari Thailand. Mereka memiliki tiga anak bernama Raden Siti Annisa Nadia, Raden Mohammad Anantha Prasetya, dan Raden Mohammad Andreyka Ariif.
Sumber referensi: Wikipedia