Nova Riyanti Yusuf

Psikiater, penulis, dan politikus Indonesia

Biografi Nova Riyanti Yusuf: Psikiater dan Inisiator UU Kesehatan Jiwa
Biografi Nova Riyanti Yusuf: Psikiater dan Inisiator UU Kesehatan Jiwa

Nova Riyanti Yusuf (lahir 27 November 1977), yang juga akrab disapa dengan inisial NoRiYu, adalah seorang psikiater, penulis, dan mantan politikus Indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam sistem kesehatan nasional. Ia dikenal luas sebagai tokoh utama di balik lahirnya payung hukum kesehatan jiwa di Indonesia melalui perannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier

Lahir di Palu, Sulawesi Tengah, Nova menempuh perjalanan pendidikan yang panjang di bidang medis dan kepenulisan. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran umum di Universitas Trisakti sebelum melanjutkan spesialisasi Kedokteran Jiwa (Psikiatri) di Universitas Indonesia. Ketertarikannya pada dunia literasi juga membawanya mengenyam pendidikan di The Writing School, Singapura.

Karier akademiknya sangat cemerlang, di mana ia sempat menjadi Research Fellow dalam bidang "Mental Health Implementation Research" di Harvard Medical School pada tahun 2015. Puncaknya, ia meraih gelar Doktoral dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia pada Juli 2019. Kombinasi keahlian medis dan kemampuan komunikasi melalui tulisan inilah yang nantinya menjadi modal kuat bagi Nova dalam melakukan advokasi kebijakan publik.

Kiprah Politik dan Perjuangan UU Kesehatan Jiwa

Nova memutuskan terjun ke dunia politik melalui Partai Demokrat dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Motivasi utamanya masuk ke parlemen sangat spesifik: memperjuangkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa. Pada tahun 2009, ia menginisiasi rancangan undang-undang tersebut dalam rapat pleno Komisi IX DPR RI.

Sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, ia mengawal proses panjang RUU tersebut hingga akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Keberhasilan ini dirayakan secara unik oleh Nova bersama para aktivis kesehatan jiwa dengan menceburkan diri ke kolam air mancur kompleks DPR RI sebagai simbol kelegaan atas lahirnya regulasi yang melindungi hak-hak penderita gangguan jiwa.

Selain UU Kesehatan Jiwa, Nova juga memiliki andil besar dalam:

  • Menjadi Ketua Panitia Kerja RUU Keperawatan yang menghasilkan UU Nomor 38 Tahun 2014.
  • Memperjuangkan kenaikan Bantuan Biaya Hidup Dokter Internship sebesar 100%, dari Rp 1.250.000 menjadi Rp 2.500.000 per bulan.
  • Berhasil mengadvokasi pemotongan durasi internship dokter dari 2 tahun menjadi 1 tahun.

Baca Juga:

Peran Internasional dan Pengabdian di Bidang Kesehatan

Kapasitas Nova diakui di level internasional. Ia pernah menjadi Champion MP untuk The Asian Forum of Parliamentarians on Population and Development (AFPPD) pada 2012-2014. Salah satu pencapaian prestisiusnya adalah menjadi pembicara kunci dalam debat tingkat tinggi di Markas Besar PBB, New York, pada 2014 dengan pidato bertajuk "Youth at the Heart of Development".

Di bidang profesional, Nova pernah menjabat sebagai konsultan World Health Organization (WHO) Indonesia pada 2018 untuk menyusun Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri. Dalam tugas ini, ia menciptakan instrumen penting berupa "Deteksi Dini Faktor Risiko Ide Bunuh Diri Remaja".

Pada 17 Mei 2023, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melantik Nova sebagai Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi. Pelantikan ini mencatatkan sejarah baru karena Nova merupakan satu-satunya non-ASN yang berhasil menduduki jabatan Direktur Utama di rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan melalui proses seleksi terbuka.

Karier Literasi dan Penghargaan

Jauh sebelum dikenal sebagai politikus, Nova sudah dikenal sebagai penulis produktif. Ia telah merilis berbagai karya mulai dari novel hingga skenario film. Novelnya yang berjudul Mahadewa Mahadewi (2003) dan Imipramine (2004) menunjukkan kedalaman pemikirannya. Ia juga menulis skenario film Merah Itu Cinta yang berhasil mendapatkan 7 nominasi Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2007.

Berbagai penghargaan telah diraihnya, termasuk rekor MURI sebagai pembicara kesehatan jiwa terbanyak secara daring dalam 3 bulan saat pandemi COVID-19. Sosoknya juga pernah diprofilkan secara khusus oleh koran ternama Amerika Serikat, The New York Times, pada tahun 2016 dalam artikel berjudul "Freeing Mentally Ill of Stigma and Chains".

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa kontribusi terbesar Nova Riyanti Yusuf dalam hukum Indonesia?

Kontribusi terbesarnya adalah menginisiasi dan mengawal proses legislasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa saat menjabat sebagai anggota DPR RI.

Apa jabatan Nova Riyanti Yusuf saat ini?

Sejak Mei 2023, ia menjabat sebagai Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi.

Apa instrumen medis yang diciptakan oleh Nova Riyanti Yusuf?

Ia menciptakan instrumen "Deteksi Dini Faktor Risiko Ide Bunuh Diri Remaja" saat menjadi konsultan untuk WHO Indonesia.

Sumber referensi: Wikipedia