Sri Oetari Ratna Dewi
Politisi Indonesia
Sri Oetari Ratna Dewi (26 September 1960 – November 2003) adalah seorang politisi Indonesia yang menjadi figur penting dalam sejarah awal berdirinya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ia dikenal luas sebagai perwakilan rakyat dari daerah pemilihan Semarang dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang vokal menyuarakan isu-isu kesetaraan perempuan. Sepanjang karier politiknya, perempuan yang akrab disapa dengan panggilan "Rit" atau "Rita" ini merupakan salah satu kepercayaan Megawati Soekarnoputri.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Lahir di Semarang, Jawa Tengah, Sri Oetari berasal dari latar belakang keluarga bangsawan. Ayahnya, Bapak Yusuf, merupakan seorang bangsawan Sunda yang pernah bekerja sebagai pejabat administrasi pada masa kolonial Belanda. Sementara ibunya, Sri Mami Dewi, adalah seorang bangsawan Jawa. Kombinasi latar belakang budaya ini membentuk karakter Sri Oetari sejak dini.
Ia menghabiskan masa kecil dan masa remajanya di Semarang. Sri Oetari menempuh pendidikan di kota kelahirannya tersebut hingga hampir menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi melanjutkan pendidikan menengah hingga akhirnya meraih gelar sarjana di ibu kota.
Kiprah dalam Pendirian PDI-P
Nama Sri Oetari Ratna Dewi tidak dapat dipisahkan dari sejarah terbentuknya PDI-P. Ia adalah salah satu tokoh kunci yang mendampingi Megawati Soekarnoputri saat terjadi perpecahan internal di tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Ketika Megawati membentuk PDI-P sebagai wadah perjuangan baru, Sri Oetari berperan aktif sebagai penggerak dan organisator partai sejak tahap yang paling awal.
Bersama suaminya, Sayogo Hendro Subroto, ia terlibat langsung dalam membangun struktur partai dari nol. Dalam berbagai kesempatan, Sri Oetari sering mengenang masa-masa sulit saat PDI-P baru berdiri, di mana rapat-rapat partai sering kali hanya dihadiri oleh segelintir anggota setia dan dilaksanakan di garasi rumah masing-masing. Dedikasinya terhadap partai terlihat dari berbagai posisi strategis yang pernah ia emban, termasuk menjabat sebagai Bendahara dan Sekretaris partai dalam beberapa periode.
Baca Juga:
Karier Legislatif dan Advokasi
Puncak karier politik Sri Oetari terjadi ketika ia terpilih sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mewakili daerah pemilihan Semarang. Di parlemen, ia membangun reputasi sebagai pejuang hak-hak perempuan. Ia konsisten mendorong isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam kebijakan publik.
Selain aktif secara politik, ia juga dikenal memiliki kedekatan personal yang sangat erat dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Persahabatan mereka tidak hanya terbatas pada urusan profesional kepartaian, tetapi juga dalam hubungan pribadi yang saling mendukung dalam dunia politik yang keras.
Kehidupan Pribadi dan Akhir Hayat
Sri Oetari Ratna Dewi menikah dengan Sayogo Hendro Subroto, seorang politisi yang kemudian menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, yaitu seorang putri bernama Andika Wardhani (lahir 1979) dan seorang putra bernama Bayu (lahir 1986).
Kepergian Sri Oetari pada November 2003 menjadi duka mendalam bagi dunia politik Indonesia. Ia mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman kenegaraan yang dihadiri oleh banyak tokoh nasional. Dalam prosesi pelepasan di Gedung Parlemen, Ketua DPR saat itu, Akbar Tanjung, memberikan pidato penghormatan yang sangat emosional di depan para hadirin yang memadati galeri gedung. Sri Oetari dikenang bukan hanya sebagai politisi yang gigih, tetapi juga sebagai sosok yang loyal pada prinsip dan persahabatan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa suami Sri Oetari Ratna Dewi?
Suami beliau adalah Sayogo Hendro Subroto, yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi sektor pembangunan.
Apa peran penting Sri Oetari dalam sejarah PDI-P?
Ia adalah salah satu tokoh awal yang ikut mendirikan PDI-P bersama Megawati Soekarnoputri, menjabat posisi kunci seperti Bendahara dan Sekretaris, serta menjadi organisator partai sejak masa-masa sulit.
Apa fokus perjuangan Sri Oetari di parlemen?
Selama menjabat di MPR, beliau sangat vokal dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan dan hak-hak gender.
Sumber referensi: Wikipedia