Abubakar Jaar

Pengacara dan Tokoh Politik

Biografi Abubakar Jaar: Wali Kota Padang dan Pionir Hukum Sumatera
Biografi Abubakar Jaar: Wali Kota Padang dan Pionir Hukum Sumatera

Abubakar Jaar (29 November 1889 – 22 Maret 1985) adalah seorang pengacara, akademisi, dan pejabat pemerintahan Indonesia yang memiliki peran krusial pada masa-masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Ia dikenal luas sebagai tokoh yang memberikan kontribusi signifikan baik di ranah administrasi negara maupun dalam pengembangan pendidikan tinggi hukum di Sumatera.

Latar Belakang dan Awal Karier

Abubakar Jaar lahir pada akhir abad ke-19 dan menempuh pendidikan hukum hingga meraih gelar Meester in de Rechten (Mr.), sebuah bukti kualifikasi akademik yang tinggi di masa kolonial. Gelar profesor yang disandangnya kemudian menunjukkan dedikasinya yang panjang dalam dunia pendidikan dan keahlian mendalam di bidang hukum.

Sebelum kemerdekaan, namanya mulai mencuat saat masa pendudukan Jepang di Sumatera Barat. Abubakar merupakan salah satu tokoh kunci di balik pendirian Komite Rakyat di Padang. Organisasi ini didirikan atas anjuran Soekarno sebagai upaya strategis untuk meminimalisir dampak destruktif perang selama pendudukan militer Jepang di wilayah tersebut.

Peran Penting dalam Pemerintahan

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Abubakar Jaar dipercaya untuk mengemban tanggung jawab besar di jajaran pemerintahan daerah. Ia tercatat sebagai salah satu Wali Kota Padang di masa-masa sulit pasca-kemerdekaan. Karier birokrasinya terus meningkat hingga ia dipercaya menjabat sebagai Residen Sumatera Timur, menggantikan posisi Luat Siregar. Tidak berhenti di sana, ia juga pernah memegang amanah sebagai Residen Sumatera Barat.

Baca Juga:

Kontribusi dalam Dunia Pendidikan

Selain berkiprah di pemerintahan, Abubakar Jaar adalah sosok pendidik yang visioner. Ia merupakan salah satu pengajar di Sekolah Tinggi Islam (STI) Padang, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh tokoh terkemuka Mahmud Yunus. Peran ini menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap integrasi nilai-nilai intelektual dan spiritual dalam masyarakat.

Salah satu warisan terbesarnya bagi dunia pendidikan Indonesia adalah keterlibatannya dalam pendirian Perguruan Tinggi Hukum Pancasila. Institusi inilah yang di kemudian hari bertransformasi menjadi Fakultas Hukum Universitas Andalas, salah satu fakultas hukum tertua dan paling dihormati di luar Pulau Jawa.

Wafat dan Warisan

Setelah pengabdian yang panjang bagi negara, Prof. Mr. Abubakar Jaar meninggal dunia di Padang pada hari Jumat, 22 Maret 1985. Beliau wafat pada usia 95 tahun setelah berjuang melawan penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya, jenazah almarhum sempat disemayamkan di Balai Kota Padang. Dalam prosesi tersebut, Gubernur Sumatera Barat saat itu, Ir. Azwar Anas, secara resmi menyerahkan jenazah kepada Wali Kota Padang Syahrul Ujud untuk disalatkan dan dimakamkan. Beliau meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, serta warisan intelektual yang terus hidup melalui institusi pendidikan yang ia rintis.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa jabatan yang pernah diemban oleh Abubakar Jaar?

Abubakar Jaar pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang, Residen Sumatera Timur (menggantikan Luat Siregar), dan Residen Sumatera Barat.

Apa kontribusi Abubakar Jaar dalam dunia pendidikan?

Ia adalah salah satu pendiri Perguruan Tinggi Hukum Pancasila yang menjadi cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Andalas, serta pernah mengajar di Sekolah Tinggi Islam (STI) Padang.

Kapan dan di mana Abubakar Jaar meninggal dunia?

Beliau meninggal dunia pada tanggal 22 Maret 1985 di Kota Padang akibat penyakit diabetes.

Sumber referensi: Wikipedia