Agustin Teras Narang

mantan gubernur Kalimantan Tengah

Biografi Agustin Teras Narang: Tokoh Pemimpin Kalimantan Tengah dan Senator DPD RI
Biografi Agustin Teras Narang: Tokoh Pemimpin Kalimantan Tengah dan Senator DPD RI

Agustin Teras Narang (lahir 12 Oktober 1955) adalah seorang politikus senior dan tokoh hukum Indonesia yang dikenal luas sebagai Gubernur Kalimantan Tengah ke-12. Dengan latar belakang pendidikan hukum yang kuat, ia telah mendedikasikan kariernya di berbagai lini pemerintahan, mulai dari tingkat legislatif nasional hingga memimpin daerah selama dua periode berturut-turut.

Latar Belakang dan Karier Awal

Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H., membangun fondasi profesionalnya di bidang hukum. Dedikasinya terhadap pembangunan hukum dan hak asasi manusia terlihat sejak dini ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PUSBADHI. Posisi strategis ini ia emban dalam periode yang cukup panjang, yakni dari tahun 1980 hingga 1992, di mana ia banyak terlibat dalam pengelolaan organisasi berskala nasional yang fokus pada isu-isu sosial dan hukum.

Pengalaman di organisasi hukum tersebut menjadi modal penting bagi Teras Narang saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis. Keahliannya dalam menyusun kebijakan dan memahami tata kelola pemerintahan membawanya melangkah ke tingkat nasional sebagai wakil rakyat.

Kiprah di Legislatif dan Kepemimpinan di Kalimantan Tengah

Karier politik Teras Narang semakin menanjak ketika ia terpilih sebagai Anggota DPR-RI, posisi yang ia jabat selama periode 1999 hingga 2005. Di parlemen, ia dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu-isu legislasi sebelum akhirnya dipanggil untuk memimpin tanah kelahirannya.

Pada tahun 2005, Teras Narang terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, menggantikan Sodjuangon Situmorang yang sebelumnya menjabat sebagai penjabat sementara. Ia memimpin provinsi tersebut selama satu dekade hingga tahun 2015. Selama masa jabatannya, ia tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga aktif dalam kemitraan untuk Pembaruan Tata Pemerintahan, menunjukkan komitmennya pada transparansi dan reformasi birokrasi.

Baca Juga:

Kepemimpinan Adat dan Organisasi Keagamaan

Di luar birokrasi pemerintahan, Agustin Teras Narang memiliki peran sentral dalam masyarakat adat Dayak. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) pada periode 2006-2010, dan kemudian dipercaya menjadi Presiden MADN dari tahun 2010 hingga 2015. Peran ini sangat krusial dalam menjaga identitas budaya dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adat di level nasional.

Kontribusi sosialnya juga meluas ke bidang keagamaan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) untuk periode 2017-2019. Di sini, ia berperan aktif dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama dan mengoordinasikan hubungan antarlembaga gereja di seluruh Indonesia.

Karier di DPD RI dan Bidang Olahraga

Setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai gubernur, Teras Narang tetap melanjutkan pengabdiannya di jalur legislatif. Sejak tahun 2019, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) mewakili Provinsi Kalimantan Tengah. Melalui lembaga ini, ia terus menyuarakan aspirasi daerahnya di tingkat pusat.

Menariknya, Teras Narang juga menaruh perhatian besar pada dunia olahraga. Ia terlibat dalam pengembangan bela diri Muaythai di Indonesia dengan menduduki posisi sebagai Anggota Dewan Penasehat Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB-MI) periode 2017-2021. Hal ini menunjukkan keragaman minat dan komitmennya dalam mendukung kemajuan generasi muda melalui prestasi olahraga.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Agustin Teras Narang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah?

Ia menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah ke-12 selama dua periode, yaitu dari tahun 2005 hingga 2015.

Apa jabatan yang diemban Agustin Teras Narang saat ini?

Saat ini, ia aktif menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) utusan Kalimantan Tengah sejak periode 2019 hingga sekarang.

Apa peran penting Teras Narang bagi masyarakat adat Dayak?

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum dan kemudian Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dalam rentang tahun 2006 hingga 2015, di mana ia fokus pada pelestarian budaya dan kepentingan masyarakat Dayak.

Sumber referensi: Wikipedia