Karel X van Frankrijk
Raja Prancis dan Navarra dari 1824 hingga 1830 (1757–1836)

Karel X van Frankrijk (9 Oktober 1757 – 6 November 1836), yang lahir dengan nama Charles Philippe, adalah Raja Prancis yang memerintah dari 16 September 1824 hingga 2 Agustus 1830. Sebagai adik dari Raja Louis XVI dan Louis XVIII, masa pemerintahannya menandai upaya terakhir Dinasti Bourbon untuk mempertahankan sistem monarki absolut di Prancis sebelum akhirnya digulingkan oleh gelombang revolusi.
Kehidupan Awal dan Gelar Comte d'Artois
Lahir di Istana Versailles, Karel adalah putra dari Louis, Dauphin Prancis, dan Marie-Josèphe dari Saxonia. Selama sebagian besar masa hidupnya, terutama sebelum naik takhta, ia lebih dikenal dengan gelar Comte d'Artois. Kehidupannya dikelilingi oleh tokoh-tokoh penting dalam sejarah Prancis; ia merupakan paman dari Louis XVII (yang tidak pernah sempat dimahkotai) dan saudara termuda dari dua raja Prancis sebelumnya.
Selama periode gejolak Revolusi Prancis, Karel dikenal sebagai pendukung setia kakaknya, Louis XVIII, terutama selama masa pengasingan panjang mereka. Kesetiaannya pada nilai-nilai monarki tradisional menjadikannya sosok yang sangat konservatif dibandingkan dengan pendahulunya.
Pernikahan dan Keluarga
Pada 16 November 1773, Karel menikah dengan Marie Thérèse dari Savoie. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai empat orang anak, meskipun tidak semuanya mencapai usia dewasa. Anak-anak mereka meliputi:
- Louis Antoine, Adipati Angoulême (beberapa pihak menyebutnya sebagai Louis XIX karena klaim singkatnya atas takhta).
- Sophie, Mademoiselle d'Artois.
- Charles Ferdinand, Adipati Berry.
- Marie Thérèse, Mademoiselle d'Angoulême.
Baca Juga:
Masa Pemerintahan dan Revolusi Juli
Karel X naik takhta pada tahun 1824 menggantikan saudaranya, Louis XVIII. Masa pemerintahannya yang berlangsung hampir enam tahun ditandai dengan upaya untuk memperkuat kekuasaan aristokrasi dan Gereja Katolik, yang sering kali berbenturan dengan aspirasi liberal masyarakat Prancis saat itu.
Ketegangan politik memuncak pada tahun 1830 dalam peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Juli (Les Trois Glorieuses). Revolusi ini dipicu oleh kebijakan-kebijakan reaksioner Karel X yang dianggap membatasi kebebasan sipil. Menghadapi tekanan massa di Paris, Karel X akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada 2 Agustus 1830.
Akhir Hayat di Pengasingan
Setelah turun takhta, Louis Philippe, Adipati Orléans, terpilih untuk memimpin Prancis sebagai raja baru. Peristiwa ini memaksa Karel X untuk kembali menjalani hidup di pengasingan. Ia meninggalkan Prancis dan menghabiskan sisa hidupnya berpindah-pindah di Eropa.
Karel X meninggal dunia pada 6 November 1836 di Gorizia, yang pada masa itu merupakan bagian dari wilayah Kekaisaran Austria. Ia dimakamkan di sana, menandai berakhirnya era raja-raja dari garis keturunan utama Wangsa Bourbon yang memerintah Prancis secara langsung.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa pengganti Karel X setelah Revolusi Juli 1830?
Setelah Karel X turun takhta, Louis Philippe, Adipati Orléans, terpilih sebagai Raja Prancis, yang memulai era Monarki Juli.
Di mana Karel X meninggal dunia?
Karel X meninggal dunia di Gorizia, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Austria (sekarang berada di wilayah Italia), pada tahun 1836.
Apa gelar Karel X sebelum menjadi raja?
Sebelum naik takhta menggantikan kakaknya, ia dikenal luas dengan gelar Comte d'Artois.
Sumber referensi: Wikipedia