Pietro Mennea
Pelari Cepat dan Politisi Italia (1952–2013)

Pietro Mennea (28 Juni 1952 – 21 Maret 2013) adalah seorang pelari cepat dan politisi asal Italia yang dikenal secara internasional berkat pencapaian luar biasanya di lintasan lari. Mennea paling sukses di nomor 200 meter, di mana ia memenangkan medali emas di Olimpiade Moskow 1980 dan mencetak rekor dunia yang bertahan selama hampir 17 tahun. Berkat kecepatannya yang fenomenal, ia mendapatkan julukan la Freccia del Sud atau "Panah Selatan".
Awal Kehidupan dan Karier Atletik
Lahir di Barletta, di wilayah Puglia, Italia, Pietro Paolo Mennea memulai karier atletik internasionalnya yang panjang pada tahun 1968. Karier awalnya dimulai saat ia mengikuti perlombaan junior di Termoli dan terdaftar di klub AVIS Barletta. Bakatnya segera terlihat saat ia mendominasi kompetisi domestik di Italia.
Pada tahun 1971, Mennea memenangkan gelar pertama dari 14 gelar luar ruangan Italia di nomor 100 dan 200 meter. Selain dominasinya di tingkat nasional, ia juga meraih kesuksesan di kancah internasional dengan memenangkan lima medali emas di Pesta Olahraga Mediterania. Karier profesionalnya terus menanjak saat ia melakukan debut Olimpiade di Munich pada tahun 1972. Di sana, ia berhasil mencapai final nomor 200 meter dan meraih medali perunggu di belakang Valeri Borzov dan Larry Black.
Pencapaian di Kejuaraan Eropa dan Olimpiade 1976
Di Kejuaraan Eropa 1974 yang diadakan di Roma, Mennea memenangkan medali emas nomor 200 meter di hadapan publiknya sendiri. Namun, pada musim Olimpiade 1976, penampilannya sempat menurun, yang membuatnya sempat berniat melewatkan Olimpiade Montreal. Protes dari publik Italia akhirnya mendorong Mennea untuk berangkat. Di Montreal, ia finis di urutan keempat pada nomor 200 meter dan keenam di estafet 4 x 100 meter.
Dua tahun kemudian, pada tahun 1978, Mennea berhasil mempertahankan gelar juara Eropa nomor 200 meter di Praha dan menambah koleksi prestasinya dengan memenangkan nomor 100 meter di kejuaraan yang sama.
Rekor Dunia yang Legendaris
Tahun 1979 menjadi momen paling bersejarah dalam karier Mennea. Pada tanggal 12 September 1979, saat berkompetisi di World University Games di Mexico City, ia mencatatkan waktu 19,72 detik untuk nomor 200 meter. Catatan waktu ini memecahkan rekor dunia sebelumnya milik Tommie Smith (19,83 detik) yang juga dicetak di trek ketinggian tinggi yang sama pada tahun 1968.
Rekor dunia milik Mennea ini bertahan selama hampir 17 tahun sebelum akhirnya dipecahkan oleh Michael Johnson pada uji coba Olimpiade Amerika Serikat tahun 1996. Durasi tersebut merupakan yang terlama dalam sejarah rekor dunia nomor 200 meter. Hingga saat ini, catatan 19,72 detik tersebut masih bertahan sebagai rekor Eropa.
Baca Juga:
Kemenangan Emas di Olimpiade Moskow 1980
Pietro Mennea datang ke Olimpiade 1980 di Moskow sebagai favorit utama. Dalam final 200 meter yang sangat ketat, ia menghadapi juara bertahan Don Quarrie dan juara 100 meter Allan Wells. Mennea sempat tertinggal di belakang Wells saat memasuki lintasan lurus, namun dengan dorongan luar biasa di meter-meter terakhir, ia berhasil menyalip Wells dan memenangkan emas dengan selisih tipis 0,02 detik.
Selain emas di nomor perorangan, Mennea juga membantu tim estafet 4 x 400 meter Italia meraih medali perunggu di ajang yang sama. Kemenangan ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelari tercepat di dunia pada era tersebut.
Tahun-tahun Terakhir, Kontroversi, dan Pensiun
Setelah sempat menyatakan pensiun untuk fokus pada studinya, Mennea kembali berkompetisi dan meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 1983 di Helsinki. Pada tahun 1984, ia menjadi pelari pria pertama yang mencapai empat final Olimpiade berturut-turut di nomor 200 meter. Penampilan Olimpiade terakhirnya terjadi di Seoul 1988, di mana ia bertugas sebagai pembawa bendera Italia sebelum akhirnya benar-benar pensiun.
Di akhir kariernya, Mennea sempat membuat pengakuan jujur mengenai penggunaan hormon pertumbuhan manusia (HGH) sebanyak dua kali pada tahun 1984 setelah disarankan oleh seorang fisioterapis. Meskipun saat itu HGH belum dilarang oleh IAAF, Mennea menghentikannya karena krisis hati nurani, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang ia cari dalam hidupnya.
Kehidupan Pasca-Atletik dan Kematian
Setelah meninggalkan dunia atletik, Mennea menjalani karier yang sukses sebagai pengacara dan agen olahraga. Ia juga terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota Parlemen Eropa dari tahun 1999 hingga 2004. Sepanjang hidupnya, ia aktif mengampanyekan pengujian doping yang independen dalam olahraga.
Pietro Mennea meninggal dunia pada 21 Maret 2013 di sebuah rumah sakit di Roma akibat kanker pankreas pada usia 60 tahun. Sebagai bentuk penghormatan, kereta super cepat Italia yang baru, Frecciarossa ETR 1000, dinamai sesuai namanya. Selain itu, sebuah asteroid (73891 Pietromennea) juga dinamai untuk menghormati sang legenda.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa rekor dunia yang pernah dipecahkan Pietro Mennea?
Pietro Mennea memecahkan rekor dunia lari 200 meter dengan waktu 19,72 detik pada tahun 1979 di Mexico City. Rekor ini bertahan selama hampir 17 tahun.
Apa julukan Pietro Mennea?
Ia dijuluki sebagai "la Freccia del Sud" yang berarti "Panah Selatan", merujuk pada asal usulnya dari Italia Selatan dan kecepatannya yang luar biasa.
Apakah Pietro Mennea pernah memenangkan medali emas Olimpiade?
Ya, ia memenangkan medali emas di nomor 200 meter pada Olimpiade Moskow 1980.
Apa profesi Pietro Mennea setelah pensiun dari atletik?
Setelah pensiun, ia bekerja sebagai pengacara, agen olahraga, dan pernah menjabat sebagai anggota Parlemen Eropa (1999–2004).
Sumber referensi: Wikipedia