Hasballah M. Saad
Politikus Indonesia dan Aktivis HAM

Hasballah M. Saad (14 Juli 1948 – 23 Agustus 2011) adalah seorang politikus, akademisi, dan aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka asal Aceh. Ia dikenal secara luas di kancah nasional sebagai tokoh yang menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dedikasinya terhadap isu-isu kemanusiaan dan pendidikan menjadikannya salah satu putra terbaik Aceh yang berperan penting dalam masa transisi demokrasi Indonesia.
Latar Belakang dan Pendidikan
Lahir pada pertengahan Juli 1948, Hasballah menempuh pendidikan tingginya di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Ia merupakan lulusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di universitas tersebut. Selama masa kuliahnya, ia dikenal sebagai sosok yang kritis dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Hal ini terbukti ketika ia terpilih menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala pada tahun 1978.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Hasballah sempat mengabdikan diri sebagai pengajar di almamaternya. Ketertarikannya pada dunia pendidikan tidak berhenti di situ; ia tercatat sangat giat dalam membangun berbagai lembaga pendidikan formal maupun informal, baik di Aceh maupun di Jakarta.
Dedikasi di Bidang Pendidikan dan Organisasi
Hasballah M. Saad memandang pendidikan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Di tanah kelahirannya, ia mendirikan beberapa institusi penting seperti Dayah Al-Furqan di Sigli dan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) di Kabupaten Pidie. Di ibu kota, ia juga menginisiasi berdirinya Yayasan Pendidikan Putra Harapan Bangsa serta Yayasan Modal Bangsa.
Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga terlibat dalam organisasi intelektual muslim. Pada tahun 1995, Hasballah diangkat sebagai anggota Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Keterlibatannya dalam berbagai organisasi ini semakin memperluas jaringan dan pengaruhnya di tingkat nasional sebelum akhirnya terjun sepenuhnya ke dunia politik praktis.
Karier Politik dan Perjuangan Hak Asasi Manusia
Perjalanan politik Hasballah dimulai melalui keterlibatannya dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan kemudian Partai Amanat Nasional (PAN). Sebagai tokoh asal Aceh yang sangat peduli dengan kondisi kemanusiaan di daerahnya, ia mendirikan Komite HAM Aceh. Lembaga ini menjadi wadah perjuangan dalam menyuarakan isu-isu pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh pada masa itu.
Pada pemilihan umum tahun 1999, Hasballah terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Namun, karier legislatifnya tidak berlangsung lama karena ia dipanggil oleh Presiden Abdurrahman Wahid untuk memperkuat jajaran eksekutif.
Baca Juga:
Menjadi Menteri Negara Urusan HAM
Puncak karier birokrasinya terjadi pada periode 1999-2000 ketika ia diangkat sebagai Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia. Jabatan ini merupakan posisi yang sangat strategis sekaligus menantang, mengingat Indonesia baru saja memasuki era reformasi dan tengah menghadapi berbagai tuntutan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Sebagai menteri, Hasballah berupaya meletakkan fondasi bagi perlindungan HAM yang lebih baik di Indonesia. Meskipun masa jabatannya dalam Kabinet Persatuan Nasional tergolong singkat, kehadirannya sebagai menteri urusan HAM memberikan sinyal penting mengenai komitmen pemerintah dalam memperhatikan aspek kemanusiaan dalam penyelenggaraan negara.
Akhir Hayat dan Warisan
Hasballah M. Saad mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 23 Agustus 2011 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, Jawa Barat. Ia meninggal dunia akibat serangan jantung pada usia 63 tahun. Jenazah almarhum kemudian dibawa pulang ke Aceh untuk dimakamkan di Gampong Lameu, Kota Bakti, Kabupaten Pidie.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istrinya, Darmawati, serta ketiga anak mereka. Hasballah dikenang bukan hanya sebagai mantan menteri, tetapi sebagai pejuang kemanusiaan yang konsisten dan tokoh pendidikan yang berupaya mencerdaskan generasi muda Aceh.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa jabatan Hasballah M. Saad di kabinet Gus Dur?
Hasballah M. Saad menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid periode 1999-2000.
Apa kontribusi utama Hasballah M. Saad bagi pendidikan di Aceh?
Ia mendirikan beberapa lembaga pendidikan penting, di antaranya Dayah Al-Furqan di Sigli dan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) di Pidie.
Di mana Hasballah M. Saad dimakamkan?
Almarhum dimakamkan di tanah kelahirannya, tepatnya di Gampong Lameu, Kota Bakti, Kabupaten Pidie, Aceh.
Sumber referensi: Wikipedia