Aceng H.M. Fikri
Mantan Bupati Garut dan Anggota DPD RI

Aceng Hulik Munawar Fikri (lahir 6 September 1972) atau yang lebih dikenal dengan Aceng Fikri adalah seorang politikus asal Jawa Barat yang pernah menjabat sebagai Bupati Garut periode 2009 hingga 2013. Namanya mencatatkan sejarah dalam kancah politik Indonesia setelah berhasil memenangi kursi pemerintahan daerah melalui jalur independen, namun kariernya kemudian diwarnai oleh berbagai skandal pribadi yang berujung pada pemakzulannya.
Kemenangan Bersejarah Lewat Jalur Independen
Aceng Fikri memulai karier politiknya yang menonjol saat maju dalam Pilkada Garut 2008. Berpasangan dengan aktor Diky Candra, pasangan ini menempuh jalur independen yang saat itu masih tergolong jarang dilakukan. Strategi ini terbukti efektif; mereka berhasil melaju ke putaran kedua dan mengalahkan kandidat kuat dari koalisi PDI-P dan Partai Golkar.
Dengan perolehan suara mencapai 57 persen, Aceng dan Diky resmi dilantik sebagai pemimpin Kabupaten Garut. Keberhasilan mereka sempat menjadi simbol harapan bagi calon-calon non-partai di tingkat daerah. Namun, keharmonisan pasangan ini tidak bertahan lama hingga akhir masa jabatan.
Ketidakharmonisan dan Dinamika Politik
Pada September 2011, Wakil Bupati Diky Candra secara mengejutkan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Alasan utamanya adalah ketidakharmonisan hubungan dengan Aceng Fikri. Diky merasa ada pengkhianatan terhadap janji awal mereka untuk tetap profesional dan menjauhkan praktik politik praktis dalam pemerintahan.
Kekecewaan Diky dipicu oleh keputusan Aceng Fikri yang bergabung dengan Partai Golkar dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Barat. Langkah ini dianggap Diky sebagai pengingkaran terhadap komitmen independen mereka. Dinamika di internal partai pun sempat memanas ketika muncul laporan bahwa Aceng dipecat dari kepengurusan Golkar pada Februari 2012 setelah adanya insiden kekerasan saat Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Garut.
Baca Juga:
Skandal Mobil Dinas dan Pernikahan Kilat
Selain dinamika politik, masa kepemimpinan Aceng Fikri juga diguncang oleh berbagai isu personal. Pada Juni 2011, sebuah mobil dinas milik Bupati Garut terlibat dalam kecelakaan beruntun di bawah kendali seorang perempuan bernama Puti Harissa Pratidhina. Muncul dugaan bahwa pengemudi sedang dalam kondisi mabuk, namun hubungan antara sang bupati dengan perempuan tersebut tidak pernah terjelaskan secara gamblang kepada publik.
Puncak kontroversi Aceng terjadi pada tahun 2012 terkait skandal "nikah kilat". Ia diketahui menikah secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun bernama Fani Oktora. Pernikahan ini hanya bertahan selama empat hari sebelum Aceng menceraikannya melalui pesan singkat (SMS). Alasan perceraian yang dilontarkan Aceng memicu kecaman luas, di mana ia menuduh sang istri tidak lagi perawan.
Pernyataan-pernyataan Aceng saat itu dianggap sangat kontroversial, termasuk analogi yang menyamakan pernikahan dengan transaksi jual beli di mana barang bisa dikembalikan jika tidak sesuai spesifikasi. Ia juga dituding melakukan pembohongan publik karena mengaku sebagai duda saat menikah, padahal masih terikat pernikahan sah dengan istri pertamanya.
Pemakzulan dan Karier Selanjutnya
Gelombang protes masyarakat dan kecaman nasional memaksa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut untuk mengambil langkah tegas. Berdasarkan rekomendasi Mahkamah Agung, Kementerian Dalam Negeri akhirnya mengeluarkan surat pemakzulan terhadap Aceng Fikri. Pada 25 Februari 2013, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan secara resmi menyerahkan surat pemberhentian tersebut, dan tugas bupati diambil alih oleh H. Agus Hamdani.
Meski sempat terjatuh dari kursi bupati, Aceng Fikri mencoba bangkit kembali di panggung politik nasional. Ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) mewakili Jawa Barat untuk periode 2014-2019. Pengalamannya di pemerintahan daerah dan popularitasnya—terlepas dari segala kontroversi—membantunya meraih kursi di Senayan sebelum akhirnya menyelesaikan masa jabatan pada tahun 2019.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Aceng Fikri menjabat sebagai Bupati Garut?
Aceng Fikri menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 2009 hingga dimakzulkan pada awal tahun 2013.
Apa penyebab utama pemakzulan Aceng Fikri?
Pemakzulannya dipicu oleh skandal pernikahan siri singkat selama empat hari dengan Fani Oktora yang dianggap melanggar etika dan peraturan perundang-undangan bagi pejabat publik.
Siapa wakil bupati yang mendampingi Aceng Fikri saat menang Pilkada?
Ia didampingi oleh Diky Candra, namun Diky mengundurkan diri pada tahun 2011 karena ketidakharmonisan hubungan kerja.
Sumber referensi: Wikipedia